Connect with us

Zona Manado

GMIM Pinaesaan GPI Diresmikan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pinaesaan Griya Paniki Indah (GPI) diresmikan, Minggu (9/9/2018). Peresmian ini pun dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Hein Arina.

Peresmian tersebut pun ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Olly dan Pdt Arina. Dilanjutkan menekan tombol plang tirai bertuliskan GMIM Pinaesaan. Setelah gunting pita, Pdt Arina menahbiskan gedung berlantai dua tersebut, sekaligus ibadah peryaan Hari Pengucapan Syukur Kota Manado.

Dalam khotbahnya, Pdt Arina mengatakan, bahwa GMIM adalah gereja yang sehat.

“Karena GMIM sungguh-sungguh bergantung pada Roh Kudus dan memuliahkan Tuhan,” katanya.

“Kepala gereja adalah Yesus Kristus. Itu tujuan kita. Jadi itu yang membuat GMIM menjadi gereja sehat,” ujar Pdt Arina.

Pdt Arina juga menjelaskan terkait membership warga GMIM.

“Saat ini terbagi di 125 wilayah, 977 jemaat. Penatua dan syamas hampir 24.000, BIPRA 2.000, Pendeta 2.500 ditambah guru agama. Jika semua ini berdoa, maka mujizat akan terjadi di tanah Minahasa,” ungkapnya.

Pdt Arina mengaku, bahwa hampir setiap minggu dirinya melaksanakan penahbisan gedung gereja dan pastori.

“Pentahbisa gereja ini menunjukan kita (GMIM) sehat,” jelasnya.

“Semoga di gereja ini, generasi terus berjalan dan anak-anak kita bisa melayani,” timpal Pdt Arina.

Sementara, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi megah dan indahnya gereja tersebut.

“Gedung gereja ini sejuk. Atapnya sama seperti mal. Ada langit-langitnya. Memang perlu kesejukan untuk beribadah,” sebut Olly saat memberikan sambutan.

Agar pelayanan di GMIM Pinaesaan GPI terus berjalan dengan baik, Olly menyumbangkan lonceng gereja. Bahkan, Olly memberikan juga bantuan dana Rp25 juta.

“November loncengnya sudah menuju ke sini,” katanya.

Kebersamaan antarjemaat pun sangat terasa dalam peresmian gereja ini. Di mana, masing-masing kolom membawa makanan ke gereja dan makan bersama.

Tidak hanya itu, guna menjaga kemanan dan kenyamanan beribadah, sejumlah umat Islam di wilayah GPI ikut membantu dengan mengatur arus lalu lintas. (K-02)

 

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Manado

Rawit sumbang inflasi terbesar Kota Manado

Inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,95 persen.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Penyumbang inflasi terbesar di Kota Manado sepanjang bulan Agustus 2019 adalah rica jenis Rawit, yaitu sebesar 0,3049 persen. Sedangkan penyumbang deflasi terbesar di Kota Manado pada bulan Agustus 2019 adalah Tomat Sayur sebesar 3,0202 persen.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kota Manado pada bulan Agustus 2019 mengalami deflasi sebesar 1,50 persen. Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Sulut Marthedy M Tenggehi mengatakan, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,95 persen dan inflasi secara year on year sebesar 3,88 persen.

Dijelaskannya, inflasi di Kota Manado pada bulan Agustus 2019 disebabkan adanya penurunan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 9,34 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks adalah kelompok pengeluaran Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 5,82 persen; kelompok pengeluaran Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 2,23 persen

“Selain itu, juga kelompok pengeluaran Sandang sebesar 2,13 persen; kelompok pengeluaran Kesehatan sebesar 0,53 persen; kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,35 persen; dan kelompok pengeluaran Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,35 persen,” jelas Marthedy, Senin (02/09/2019).

zonautara.com
Peta Inflasi Agustus 2019 Kota-Kota di Pulau Sulawesi.(Image: BPS Provinsi Sulut)

Untuk kota-kota Indeks Harga Konsumen di Pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, lanjutnya, pada Agustus 2019 tercatat 7 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Watampone sebesar 0,72 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Pare-Pare sebesar 0,04 persen.

“Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,10 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,02 persen,” terangnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com