Connect with us

Zona Tomohon

Pemkot Sosialisasikan SIRUP Versi 2.3

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Tomohon menggelar Sosialisasi Sisten Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Versi 2.3 Tahun Anggaran 2018 di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (28/9/2018).

Saat membuka kegiatan, Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman mengatakan, untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good government), harus diselenggarakan dengan berkualitas dan profesional.

Menurutnya, pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pasar pengadaan barang/jasa pemerintah yang kompetitif.

“Ini yang menjadi alasan sehingga aplikasi SIRUP hadir untuk memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pengumuman RUP, apalagi saat ini telah diperbaharui Aplikasi SIRUP ke Versi 2.3 yang medukung Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” jelas Eman.

Kabag Pembangunan dan Layanan Pengadaan Setdakot Tomohon Ivonne Palit sebagai pelaksana kegiatan menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi ASN khususnya pengguna anggarana/kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, dan operator SIRUP terhadap penggunaan dan penginputan SIRUP, serta untuk mewujudkan penyelenggaraan RUP barang/jasa yang baik dan akuntabel.

Narasumber dalam kegiatan tersebut Lucky Tombuku, sebagai trainer LPSE Provinsi Sulawesi Utara. Peserta kegiatan yakni para pengguna anggaran dan kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen Perangkat Daerah, serta para operator SIRUP di Perangkat Daerah Kota Tomohon.

 

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com