Connect with us

Zona Tomohon

Eman Ingatkan Perangkat Daerah Soal Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Inspektorat Kota Tomohon menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Tomohon, di Hotel Four Points Manado, Kamis (18/10/2018).

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman saat membuka kegiatan mengatakan, proses koordinasi harus dipahami sebagai komitmen untuk pencapaian tujuan pembangunan daerah Kota Tomohon.

Menurut Eman, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, melalui Inspektorat Kota Tomohon dalam bidang pengawasan telah menetapkan rencana strategis, yakni kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) level 3 dan maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) level 3.

Hal tersebut, kata dia, merupakan suatu budaya atau kultur pengendalian (control culture) yang menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.

“Kami pun mengimbau kepada setiap Perangkat Daerah untuk wajib menyelenggarakan SPIP secara menyeluruh, sehingga program dan kegiatan yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan, serta pertanggungjawaban keuangan dan kinerja menjadi akuntabel dan transparan,” ujarnya.

Pihaknya pun mengapresiasi dan menyambut baik capaian Inspektorat Kota Tomohon yang telah mencapai kapabilitas APIP pada level 3 dengan catatan dan menjadi satu-satunya Inspektorat kabupaten/kota di Provinsi Sulut dalam capaian tersebut.

Sementara itu, Inspektur Kota Tomohon Djouke Karouw mengatakan, koordinasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan suatu keharusan dan suatu kebutuhan bagi aparat pengawas.

“Karena mustahil kita dapat melaksanakan pengawasan secara sendiri tanpa adanya dukungan dan bantuan dari aparat lainnya,” pungkasnya.

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan ini Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulut Hengky Kwin Hatmaka bersama Sekretaris Kota Tomohon Harold Lolowang.

Hadir juga Asisten Perekonomian Max Mentu, bersama Asisten Umum Setda Kota Tomohon Corry Caroles, dengan peserta para Kaban, Kadis, Camat dan Kepala Bagian Setda Kota Tomohon.

Di sela kegiatan dilakukan penandatanganan rencana aksi KPK oleh para perwakilan Kepala Perangkat Daerah, bersama Wali Kota.

Dalam kesempatan itu pun turut dilaksanakan ibadah syukur HUT ke-59 dari Inspektur Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Bekraf kembangkan ekonomi kreatif di Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kota Tomohon menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang dipilih oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyelenggarakan program Inovasi dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) tahun 2019.

Program yang bakal dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Indonesia, yakni Tomohon, Aceh Utara, Pangkal Pinang, Lombok Timur dan Kupang ini bentuk komitmen pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif daerah.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman saat mengikuti presentasi dari tim Bekraf yang dilaksanakan di Wise Hotel beberapa waktu lalu pun mengapresiasi Bekraf yang telah memilih Kota Tomohon sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.

“Kami berterima kasih atas dipilihnya Tomohon menjadi satu-satunya kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan program Inovatif dan kreatif melalui Kolaborasi Nusantara in,” ujar Eman.

Menurut Eman, melalui program tersebut, diharapkan akan semakin mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Tomohon.

Sebelumnya, Kepala Bekraf Triawan Munaf di Jakarta menjelaskan, lima daerah tempat pelaksanaan IKKON 2019 tersebut telah melalui proses seleksi sebelum akhirnya dipilih.

“Kelima daerah tersebut terpilih setelah melalui proses pemilihan daerah yang diselenggarakan tahun 2018. Kami berharap, program IKKON ini dapat membantu daerah untuk memaksimalkan potensi kreatifnya, agar dapat memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

IKKON ini pun, kata dia, merupakan program yang mengusung konsep live in designer dengan mengedepankan kolaborasi antara profesional di bidang kreatif dengan pengrajin lokal dan pemangku kepentingan di daerah.

Sejak 2016, Bekraf melalui IKKON telah mendukung pengembangan ekraf daerah di 15 kota/kabupaten dengan mengembangkan produk yang sudah ada maupun menciptakan produk kreatif baru.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan muncul produk–produk kreatif baru yang dapat menjadi ikon dari masing-masing daerah,” ujar Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf Poppy Savitri.

IKKON 2019 akan mulai dilaksanakan akhir Juli dan ditutup dengan pameran produk IKKON  yang akan diadakan November mendatang. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan memperkuat ekosistem ekraf nasional, Bekraf juga berharap IKKON dapat menjadi kajian pembuatan program dan peraturan atau peta jalan ekonomi kreatif di daerah.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com