Connect with us

Zona Minsel

Dari Mata Air Alam, Embung Desa Talaitad Utara Siap Tunjang PAD

Published

on

zonautara.com

MINSEL, ZONAUTARA.com – Warga Desa Talaitad Utara, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), patut berbangga dan bergembira. Pasalnya, dalam wakru dekat Bupati Minsel direncanakan bakal meresmikan embung desa yang berada di desa tersebut.

Saat ini kondisi embung desa telah rampung 100 persen. Embung desa adalah kolam wisata pemandian, yang diperuntukan baik bagi para pengunjung, maupun warga setempat.

Camat Suluun-Tareran (Sultar), Veky Rondonuwu saat ditemui Zona Utara, di sekitar lokasi Embung Desa, Selasa (6/11/2018), mengatakan bangga dengan lokasi wisata tersebut.

“Saya senang sekaligus bangga atas keberadaan embung desa ini, ” ujar Rondonuwu.

Menurutnya, ini membuktikan bahwa pemerintah desa, telah berupaya dengan baik untuk membangun desanya. Jeli melihat serta mengembangkan potensi alam yang mereka miliki.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, lokasi ini dapat segera diresmikan penggunaannya oleh bupati,” ujar Rondonuwu.

Rondonuwu juga agar desa-desa yang lain dapat mengikuti jejak yang telah dilakukan Kepala Desa Talaitad Utara, terutama pengembangan potensi alam yang dimiliki desa.

Sementara itu Kepala Desa Talaitad Utara Nixon Rorong menjelaskan, bahwa keberadaan embung desa selain untuk mengembangkan potensi wisata alam desa, kehadirannya juga berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami telah mengatur keberadaan lokasi tersebut, sebagai salah satu penunjang PAD lewat Peraturan Desa,” kata Rorong.

Embung desa Talaitad Utara ini dibangun dengan sumber dana APBN Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi, dengan total anggaran sebesar Rp 270 juta.

Lokasi ini berbentuk kolam mandi yang berukuran 10×20 meter.
Dengan kedalaman bervariasi, mulai dari satu hingga tiga meter. Disesuaikan dengan keinginan para pengunjungnya.

Sumber airnya pun berasal dari sumber mata air setempat.
Selain sebagai sarana tempat pemandian bagi para pengunjung, airnya juga bisa disalurkan ke lahan pertanian sawah, maupun kolam ikan yang di sekitar lokasi tersebut.

Untuk menuju lokasi ini, para pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun berjalan kaki, dengan jarak tempuh sekitar 1.1 km dari portal yang terletak di Jaga IV Talaitad Utara.

Editor: Ronny Adolof Buol

EDITOR'S PICK

Walau di daerah, SMAN 1 Modoinding gelar ujian berbasis smartphone

Siswa dan guru siap 100 persen.

Published

on

Foto: pexels.com

MINSEL, ZONAUTARA.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Modoinding, Minahasa Selatan melangkah lebih maju dalam hal mendayagunakan perangkat teknologi pada kegiatan belajar mengajar.

Jika sebelumnya sekolah ini berhasil menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kelas XII, maka kali ini giliran pelajar kelas X dan XI yang mengikuti ujian semester dan kenaikan kelas berbasis smartphone.

Kepala SMAN 1 Modoinding Noldi Masengi mengatakan bahwa kemajuan teknologi terus berkembang, sudah semestinya sekolah ikut juga menyesuaikan dengan mengudapte sistem pembelajaran.

“Selama empat tahun kami sudah menggelar ujian semester berbasis komputer, kali ini sudah menggunakan smartphone, lebih praktis,” ujar Masengi, Selasa (28/5/2019).

Suasana ujian semester berbasis smartphone di SMAN 1 Modoinding.

Adalah operator teknis di sekolah itu, Toar Pondaag yang menyiapkan sistem yang dipakai oleh siswa dalam mengakses soal melalui smartphone.

Masengi juga menjelaskan, kesiapan anak didik dalam menggunakan sistem ujian berbasis samrtphone menjadi kunci keberhasilan terlaksananya sistem itu.

“Mereka siap seratus persen, dan ini adalah prestasi bahwa ada transformasi pendidikan di sekolah kami walau pun ada di daerah,” kata Masengi.

Dia berharap penerapan teknologi untuk membantu pendidikan di Sulawesi Utara semakin maju di tahun-tahun berikutnya.

Sudah diterapkan

Penerapan ujian berbasis smartphone memang sudah diterapkan di sejumlah sekolah yang ada di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge Internasional, memaparkan pelajar Indonesia paling aktif dalam penggunaan teknologi untuk media sosial dan pendidikan.

Menurut penelitian itu, sebanyak 40 persen pelajar Indonesia menggunakan teknologi di ruang kelas dibandingkan dengan banyak negara lain.

Indonesia juga menempati urutan kedua dalam penggunaan komputer desktop setelah Amerika Serikat.

Laporan survei APJII 2018

Sementara sebanyak dua pertiga siswa di Indonesia (atau 67 persen) menggunakan smartphone untuk pembelajaran di kelas. Bahkan angka yang lebih tinggi yakni 81 persen siswa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.

Kondisi ini tentu juga menuntut guru beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital, serta bisa menerapkannya dalam proses belajar mengajar. (mt)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com