Connect with us

Zona Tomohon

Disperindag Nyatakan Belum Ada Penambahan Minimarket

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Gerai retail moderan atau minimarket bakal dibangun di Kota Tomohon. Hal ini pun terpantau dari salah satu aktivitas pembangunan di wilayah Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah, tepatnya di sekitar Tugu Tololiu.

Salah satu pekerja di lokasi tersebut pun ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa lokasi yang saat masih berdiri bangunan lama dan sementara dirobohkan itu pun akan dibangun minimarket.

“Akan dibangun Alfa (Midi),” katanya kepada Zona Utara, Selasa (6/11/2018).

Baca Juga :Retail Modern di Tomohon Bakal Bertambah, Pelaku UKM Terancam

Bakal dibangunnya retail modern tersebut pun ternyata belum diketahui oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tomohon.

Kepala Disperindag Ruddi A Lengkong ketika dikonfirmasi Zona Utara mengatakan, pihaknya belum pernah memberikan rekomendasi untuk dibukanya minimarket baru.

“Belum tahu. Belum ada rekom,” ujar Lengkong, Rabu (7/11/2018).

Menurut Lengkong, untuk penambahan minimarket tersebut, pihaknya masih menunggu revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Dia menegaskan, walaupun sudah ada bangunan yang bakal dijadikan sebagai minimarket, pihaknya belum tentu akan memberikan rekomendasi untuk dioperasionalkan.

“Untuk penambahan minimarket ke depan menunggu selesainya revisi RTRW dan selesainya RDTR di Bapelitbang,” jelasnya.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com