Connect with us

Zona Tomohon

Mobil Dirampas, Pengemudi Online Alami Luka Tikaman

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Para pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali beraksi di Kota Tomohon. Kali ini, yang menjadi korban, yakni lelaki Fuler Denis Morasa (29), warga Desa Tulap, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa.

Fuler yang merupakan pengemudi mobil online dianiaya oleh dua orang yang menjadi penumpangnya. Bahkan, Fuler dianiaya dan mengalami luka tikaman, serta kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza dengan nomor polisi DB 1725 KC raib dibawa kabur pelaku.

Kejadian tersebut terjadi di kompleks Limondok, Kelurahan Talete I, Kecamatan Tomohon Tengah, sekitar pukul 02.00 Wita, Senin (26/11/2018) dini hari.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait melalui Kasubbag Humas Johny Kreysen mengatakan, berdasarkan keterangan korban kepada URC Totosik yang dipimpin Bripka Yanny Watung, kejadian itu berawal saat korban mendapat orderan penumpang dari titik SPBU Kelurahan Ranowangko Tondano, menuju ke lokasi Pasar Beriman Tomohon sekitar pukul 01.30 Wita.

Korban kemudian menjemput penumpang yang berjumlah dua orang lelaki yang tidak dikenal itu dan mengantar mereka ke lokasi sesuai titik.

Saat tiba di Pasar Beriman Tomohon, para pelaku meminta untuk mengantarkan ke lokasi lain dengan alasan akan mengambil uang pada teman mereka.

Saat berada di lokasi kejadian, korban merasa curiga dan langsung menghentikan kendaraan dan turun dari kendaraan. Tiba-tiba kedua pelaku keluar dan langsung menyerang korban dengan senjata tajam jenis pisau yang mengenai bagian punggung belakang, serta kaki sebelah kiri korban.

Para pelaku pun langsung kabur meninggalkan korban sambil membawa kendaraan korban.

“Team URC Totosik sementara mengejar para terduga pelaku,” pungkasnya.

 

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

ZONA DAERAH

Lolowang: pasien positif Corona di Tomohon tidak benar

Published

on

Sekkot Lolowang saat diwawancarai Rabu (1/4/2020). (Foto: zonautara.com)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Isu tak sedap beredar melalui media sosial (medsos) di Kota Tomohon, Rabu (1/4/2020).

Kabar soal adanya pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Tomohon yang tersebar di medsos dan grup WhatsApp tersebut merupakan tangkapan layar dari percakapan grup WhatsApp.

Namun begitu, Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Tomohon Harold V Lolowang ketika dikonfirmasi membantah adanya pasien yang telah positif terjangkit Covid-19 dan dirawat di salah satu Rumah Sakit di Kota Tomohon tersebut.

“Yang disampaikan di medsos itu tidak benar,” ujar Lolowang kepada sejumlah wartawan, di kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran, Rabu sore.

Lolowang mengatakan, isu yang beredar di medsos tersebut menuliskan, bahwa pasien itu adalah pasien positif, tanpa penjelasan apakah positif Corona atau penyakit lainnya.

Menurut Lolowang, saat dicek oleh petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes), tidak ada identitas pasien seperti yang dibeber di medsos tersebut.

“Yang ada adalah pasien yang berasal dari kelurahan yang lain di Kota Tomohon, tapi pasien itu menderita penyakit pheunomia. Tapi kan yang namanya virus itu (petugasnya) harus menggunakan baju atau Alat Pelindung Diri (APD),” jelasnya.

Dia pun menyesalkan, adanya kata-kata yang bersifat provokatif di dalam postingan tersebut.

“Di situ kan ditulis, jangan menerima tamu dari Tomohon. Itu sangat provokatif. Tapi saya nyatakan bahwa itu tidak benar,” tegasnya.

Lolowang menyebut, hingga Selasa (31/3/2020), pukul 22.00 WITA, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Tomohon berjumlah 3 orang.

“Jadi setelah dicek kembali, ternyata jumlah PDP hanya 3, bukan empat seperti yang disampaikan kemarin (Selasa),” ujar Lolowang.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak muda percaya dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com