Connect with us

Hukum dan Kriminal

Kejari Manado musnahkan ratusan gram narkoba

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.comBarang bukti dari ratusan kasus tindak pidana yang telah berkekuatan tetap dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Kamis (14/12/2018).

Barang bukti yang dimusnahkan, yakni jenis sabu-sabu seberat 114,96 gram, 221,52 gram ganja, minuman beralkohol (minol) tanpa dilengkapi cukai 2.000 botol, 22 senjata tajam (sajam), dan 86.420 butir obat keras.

Pemusnahan pun dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Di mana, obat-obat keras dimusnahkan dengan cara dibakar, narkoba diblender, minol dilindas alat berat dan senjata tajam (sajam) dipotong menggunakan alat.

Pemusnahan barang bukti itu dihadiri sejumlah pejabat di instansi terkait, antara lain Pengadilan Negeri (PN) Manado, Polresta Manado, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Manado, Bea Cukai Manado, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Manado, dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Manado. Mereka kompak melakukan pemusnahan dengan membakar barang bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado Maryono mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini beberapa macam.

“Ada minuman beralkohol berasal dari pihak Bea Cukai, minuman tersebut tidak dilengkapi dengan cukai. Ada senjata tajam dan narkotika jenis ganja dan sabu-sabu, kemudian ada juga obat-obat keras,” kata kajari saat diwawancarai wartawan disela-sela pemusnahan barang kuti.

Dia menegaskan, babuk yang telah dimusnahkan ini telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Barang bukti ini dari periode Januari sampai November 2018. Narkoba jenis sabu-sabu seberat 114,96 gram, 221,52 gram ganja, minuman beralkohol tanpa dilengkapi cukai 2.000 botol, 22 sajam, dan 86.420 butir obat keras,” ungkap Maryono.

“Pada prinsipnya pemusnahan barang bukti ini sebagai bentuk untuk memerangi narkoba. Ayo kita perangi narkoba, dan jauhi narkoba,” ujar Maryono. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Pria ini ditangkap URC Totosik karena diduga aniaya dan sekap ibu kandungnya

Published

on

Pelaku saat diamankan di Mapolres Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comAksi tak terpuji diduga dilakukan RS alias Regen (36), warga Lingkungan IV, Kelurahan Tumatangtang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan.

Pria pengangguran ini tega menganiaya ibu kandungnya yang berusia 58 tahun secara berulang-ulang. Bahkan, hingga korban mengalami patah tulang tangan kanan.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon yang mengetahui adanya peristiwa tersebut langsung mengamankan pelaku di Lingkungan VII, Kelurahan Lansot, Sabtu (29/2/2020).

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, pada 15 Februari 2020 sekitar pukul 11.00 WITA, korban hendak pulang mandi usai mengunjungi rumah orang tuanya.

Pelaku saat ditangkap URC Totosik. (Foto: Istimewa)

Namun, saat tiba di rumah, korban tidak diizinkan masuk dan mandi di dalam rumah. Karena tidak diizinkan masuk, korban pun mandi di parit yang ada di belakang rumah.

“Melihat korban sementara mandi, pelaku membentak korban dan selanjutnya memukul korban dengan balok kayu sampai korban mengalami patah tulang tangan kanan. Merasa terancam, korban selanjutnya melarikan diri ke rumah orang tuanya,” ujar Watung.

Sekitar pukul 19.00 WITA, lanjut Watung, korban kembali ke rumah untuk beristirahat. Ketika sedang beristirahat di kamar, pelaku memanggil korban keluar dan membentak, bahkan memukul korban dengan menggunakan tangan hingga berkali-kali.

Ironisnya usai memukul korban, pelaku menyekap korban di dalam kamar. Namun sekitar pukul 21.00 WITA, korban berhasil melarikan diri dan pergi ke rumah orang tuanya.

“Menurut korban, sekitar bulan November 2019, pelaku juga pernah melakukan penganiayaan terhadap korban secara berulang-ulang,” jelasnya.

Sementara, kata Watung, berdasarkan keterangan pelaku, penganiayaan terhadap korban dilakukan karena pasangan kumpul kebo dari pelaku tidak direstui oleh korban.

“Pelaku sebelumnya pada tahun 2011 pernah ditahan karena kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin dan mendapat hukuman empat bulan penjara,” tuturnya.

Watung menegaskan, pihaknya sudah mengamankan pelaku di Mapolres Tomohon untuk diproses hukum.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com