Connect with us

ZONA DAERAH

BRI peduli Kelurahan Rurukan

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comBank Rakyat Indonesia (BRI) menujukan kepeduliannya terhadap Kelurahan Rurukan, yang terletak di Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon.

Di mana, melalui program Teras BRI Nusantara, bank plat merah ini membangun Gapura Agrowisata di kelurahan yang terletak di wilayah paling barat Kota Bunga ini.

Gapura tersebut yang dibangun di pintu masuk kelurahan yang dijuluki negeri di atas awan ini pun diresmikan sejumlah pejabat BRI Cabang Tondano bersama
Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak, Senin (17/12/18).

Kepala BRI Cabang Tondano Mohamad Taswin Tajudin mengatakan, bantuan berupa pembangunan gapura ini merupakan implementasi dari salah satu misi Bank BRI yang diwujudkan dalam bentuk program BRI peduli dengan tagline ‘Bangga BERINDONESIA’.

“Dari Kantor Wilayah BRI Manado telah ditetapkan tiga wilayah atau lokasi dan salah satunya yang dipilih adalah Kelurahan Rurukan yang dinilai memenuhi syarat dan kriteria masyarakat yang memiliki kemauan untuk bersama-sama berkembang menumbuhkan ekonomi setempat dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan di sektor pertanian, perkebunan, industri kreatif, perdagangan dan pariwisata,” ujar Taswin.

Sementara itu, Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) dan juga masyarakat Tomohon mengucapkan terima kasih atas berbagai program yang diberikan BRI Cabang Tondano, sehingga membantu pihaknya dalam melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi program ini karena mendorong partisipasi masyarakat untuk mengelola potensi menuju kemandirian, yang dilakukan berdasarkan pengembangan potensi daerah, juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Eman.

Dia berharap, kegiatan ini dapat membantu masyarakat sekitar.

“Ini juga merupakan wujud kecintaan dan kepedulian dari Bank BRI kepada masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Cabang BRI Pembantu Tomohon Herry Kandikun, Kepala BKD Kota Tomohon Gerardus Mogi, Kabag Humas dan protokol Michael Joseph, Camat Tomohon Timur Josias Makalew, Lurah Rurukan Sidonia Palit dan jajaran Bank BRI.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

Rata-rata air di sumur mengering

Bagikan !

Published

on

By

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com