Connect with us

ZONA TERKINI

Anak kecil ini telan peluit, dokter berhasil mengeluarkannya

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berhasil mengeluarkan sebuah peluit dari bronkus seorang bocah berusia 9 tahun.

Bocah itu bernama Asep Yaya asal Kamping Cimalang, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Kini Asep sudah keluar dari rumah sakit pada Jumat (21/12/2018) kemarin.

Dokter sudah mengijinkannya pulang karena kondisi Asep baik.

Asep sebelumnya tanpa sengaja menelan sebuah peluit berukuran 3 cm. Peluit itu bersarang di saluran pernafasannya selama dua bulan, sebelum dokter mengeluarkannya dengan teknik endoskopi.

Benda yang terbuat dari plastik itu berasal dari sandal bunyi. Saat kejadian, Asep tengah bermain dengan peluit itu. Dia terjauh saat digendong oleh saudaranya dari belakang. Asep tersedak dan tak sengaja menelan peluit yang sedang ada di dalam mulutnya.

Dari pemeriksaan dokter, peluit itu bersarang di bronkus Asep di kedalaman 18 cm pada percabangan utama dari bronkus kiri. Beruntung peluit itu tidak sampai menutup saluran pernafasannya.

Dokter Telinga Hidung Tenggorokan RSHS Bandung Ayu Harianty Saputri yang saat itu mendampingi Asep mengatakan bahwa Asep dalam keadaan sehat dan baik dari sebelumnya.

Sebelum pulang, tim dokter mengingatkan orang tua Asep untuk lebih berhati-hati memperhatikan anak-anaknya.

Setelah kejadian itu, Asep sempat sebulan tidak bersekolah. Dia merasa malu karena sering diejek teman-temannya. Pasalnya bocah yang duduk di kelas lima SD ini setiap bernafas terengah-terengah, akan mengeluarkan bunyi peluit.

Kini Asep tak sabar bersekolah kembali.

Dari berbagai sumber

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Bencana dan Musibah

Tim Rescue Basarnas Manado terus cari nelayan yang hilang di danau Tondano

Pencarian akan dilanjutkan Jumat (28/02/2020) pagi ini.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

TONDANO, ZONAUTARA.com – Upaya pencarian seorang nelayan yang hilang di danau Tondano terus dilakukan Tim Rescue Basarnas Manado. Korban diketahui bernama Rusdy Supit (36), berdomisili di desa Remboken, Minahasa.

Saat menerima laporan kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut, Kamis (27/02/2020), pukul 03.20 Wita, Tim Rescue Basarnas Manado langsung bergerak. Sebanyak 7 personil yang terjun ke lokasi dan langsung melakukan pencarian, penyisiran, dan penyelaman dengan kedalaman 12 meter.

zonautara.com
Tim Rescue basarnas Manado tengah mencari korban yang hilang di danau Tondano.(Image: Basarnas Manado)

Sampai dengan pukul 17.00 Wita kemarin hasil masih nihil. Usaha pencarian yang menggunakan jaring juga telah dilakukan bersama tim SAR Gabungan, namun korban belum ditemukan.

Berdasarkan informasi diketahui pada hari Rabu pukul 17.30 korban akan menarik pukat dengan menggunakan perahu, namun sekitar pukul 20.00  masyarakat menemukan perahu dalam keadaan kosong beserta ikan dan sandal korban. Sementara topi korban berada di air dan dayung perahu tidak ada.

zonautara.com
Tim Rescue basarnas Manado tengah mencari korban yang hilang di danau Tondano.(Image: Basarnas Manado)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado Suhri Sinaga menjelaskan, pencarian akan dilanjutkan Jumat (28/02/2020) pagi ini.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang turut membantu dalam proses pencarian bersama tim rescue Basarnas, Babinsa Remboken, Polsek Remboken dan Pemerintah serta masyarakat setempat. Semoga korban bisa segera ditemukan,” jelas Suhri.

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com