PALU – Sebanyak 17 pengungsi yang diduga keracunan makanan, masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Anatapura, Minggu siang, 20 Januari 2019.

“Mereka terus mendapat perawatan hingga benar-benar pulih sebelum diizinkan pulang,” Kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD Anutapura Palu, Herry Mulyadi.

Menurut Herry, pasien dewasa saat ini dirawat di ruang perawatan Cemara. Sedangkan pasien anak-anak dirawat di ruangan Nuri.

Dari 17 jumlah yang rawat inap, pasien anak-anak mendominasi. Menurut Herry, itu karena ketahanan tubuh anak-anak memang rentan dibandingkan dengan orang dewasa.

“Kebanyakan mereka masih mengeluhkan sering buang air besar (BAB) dan muntah-muntah,” kata Herry.

Sedikitnya 38 orang pengungsi anak dan dewasa dilarikan ke rumah sakit karena keracunan makanan nasi bungkus sumbangan dari relawan, Sabtu siang, 19 Januari 2019.

Mereka berasal dari lokasi pengungsian lapangan Kapsul Kabonena dan lapangan Mister, Tipo. Awalnya mereka yang menjalani perawatan di RS Anatapura sebanyak 36 orang (sebelumnya disebutkan 35 orang).

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengatakan, peristiwa ini harus menjdi pelajaran berharga. Dia meminta agar para relawan yang akan memberikan bantuan makanan atau minuman harus melalui kordinator di masing-masing posko pengungsian.

“Kordinator harus mencatat dan memeriksa apakah makanan yang diterima aman dikonsumsi atau tidak,” kata Gubernur Longki.[]

Reporter : Pataruddin
Editor: Ika Ningtyas




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id