Connect with us

Zona Minsel

Minahasa Selatan Rayakan HUT ke-16

Published

on

Bagikan !

MINSEL, ZONAUTARA.com – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ke 16, pemerintah Kabupaten Minsel menggelar upacara di halaman kantor Bupati Minsel, Senin (28/1/2019).

Mewakili Bupati Minel, DR.Christyani Eugenia Paruntu SE, Wakil Bupati Franky Donny Wongkar SH, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu Camat Tatapaan Meylisa Aring, sebagai Pemimpin Upacara.

Kegiatan Upacara ini, diawali dengan penyampaian tentang awal Sejarah Minsel yang dipaparkan oleh Tusrianto Rumengan.

Disampaikannya bahwa setelah melalui proses persetujuan DPR-RI pada tanggal 27 Januari 2003, akhirnya Kabupaten Minsel berpredikat sebagai salah satu Daerah Otonom di Indonesia.

Hal ini tertuang lewat Undang-undang No. 10 tahun 2003, tentang pembentukan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan di Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya mewakili Bupati, Wongkar mengatakan bahwa warga Minsel sangat bersyukur, karena di tahun 2019 ini, Minsel akhirnya boleh merayakan HUT nya yang ke 16 tahun.

Telah banyak prestasi yang berhasil ditorehkan, terlebih dalam rangka percepatan pembangunan.

“Kita telah berada di usia 16 tahun, telah banyak prestasi dan penghargaan yang telah diraih, oleh Kabupaten Minel. Berbagai pembangunan terus ditingkatkan, baik pembangunan infrastruktur maupun kualitas sumber daya manusia yang berkualitas. Semua ini guna menunjang Minsel yang hebat dan rerdepan,” ujar Wongkar.

Adapun tema yang diusung dalam rangka peringatan HUT ke 16 ini adalah, “Minahasa Selatan Berhikmat Untuk Menjadi Berkat”, adapun Sub Temanya “Dengan Semangat Hari Jadi Ke-16 Minahasa Selatan kita tingkatkan pembangunan menuju Minsel Hebat, Terdepan Demi Suksesnya Pemilu 2019”.

Hadir dalam Upacara tersebut, Unsur Forkopimda Minahasa Selatan, Kepala-kepala SKPD, Para Camat, HukumTua/Lurah se-Kabupaten Minahasa Selatan, ASN dilingkup Pemkab Minsel, serta tamu undangan lainnya.


Bagikan !

EDITOR'S PICK

Walau di daerah, SMAN 1 Modoinding gelar ujian berbasis smartphone

Bagikan !

Siswa dan guru siap 100 persen.


Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Foto: pexels.com
Bagikan !

MINSEL, ZONAUTARA.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Modoinding, Minahasa Selatan melangkah lebih maju dalam hal mendayagunakan perangkat teknologi pada kegiatan belajar mengajar.

Jika sebelumnya sekolah ini berhasil menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kelas XII, maka kali ini giliran pelajar kelas X dan XI yang mengikuti ujian semester dan kenaikan kelas berbasis smartphone.

Kepala SMAN 1 Modoinding Noldi Masengi mengatakan bahwa kemajuan teknologi terus berkembang, sudah semestinya sekolah ikut juga menyesuaikan dengan mengudapte sistem pembelajaran.

“Selama empat tahun kami sudah menggelar ujian semester berbasis komputer, kali ini sudah menggunakan smartphone, lebih praktis,” ujar Masengi, Selasa (28/5/2019).

Suasana ujian semester berbasis smartphone di SMAN 1 Modoinding.

Adalah operator teknis di sekolah itu, Toar Pondaag yang menyiapkan sistem yang dipakai oleh siswa dalam mengakses soal melalui smartphone.

Masengi juga menjelaskan, kesiapan anak didik dalam menggunakan sistem ujian berbasis samrtphone menjadi kunci keberhasilan terlaksananya sistem itu.

“Mereka siap seratus persen, dan ini adalah prestasi bahwa ada transformasi pendidikan di sekolah kami walau pun ada di daerah,” kata Masengi.

Dia berharap penerapan teknologi untuk membantu pendidikan di Sulawesi Utara semakin maju di tahun-tahun berikutnya.

Sudah diterapkan

Penerapan ujian berbasis smartphone memang sudah diterapkan di sejumlah sekolah yang ada di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge Internasional, memaparkan pelajar Indonesia paling aktif dalam penggunaan teknologi untuk media sosial dan pendidikan.

Menurut penelitian itu, sebanyak 40 persen pelajar Indonesia menggunakan teknologi di ruang kelas dibandingkan dengan banyak negara lain.

Indonesia juga menempati urutan kedua dalam penggunaan komputer desktop setelah Amerika Serikat.

Laporan survei APJII 2018

Sementara sebanyak dua pertiga siswa di Indonesia (atau 67 persen) menggunakan smartphone untuk pembelajaran di kelas. Bahkan angka yang lebih tinggi yakni 81 persen siswa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.

Kondisi ini tentu juga menuntut guru beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital, serta bisa menerapkannya dalam proses belajar mengajar. (mt)

Editor: Ronny Adolof Buol


Bagikan !
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com