Connect with us

Bencana dan Musibah

Sejumlah titik di Manado mulai tergenang banjir

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Hujan yang mengguyur Kota Manado sejak pagi tadi berdampak pada naiknya tinggi muka air pada beberapa titik rawan banjir, Minggu (28/4/2019).

Salah satunya di Kampung Kanari, Kelurahan Dendengan Luar, Kecamatan Paal 2. Pantauan Zona Utara di lokasi tersebut, air sudah menggenangi puluhan rumah warga.

Masyarakat sudah mulai mengevakuasi harta benda mereka masing-masing.

Ketinggian air di Kampung Kanari dipantau dari pos pemantau banjir kurang lebih 1,8 meter dan masih terus mengalami kenaikan.

Martinus, salah satu masyarakat yang diwawancarai saat sedang mengamankan harta bendanya megungkapkan, air di lokasi tersebut cepat mengalami kenaikan.

“Depe aer lumayan cepat ja nae (airnya lumayan cepat naiknya),” ungkap Martinus.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Tiga nelayan asal Lembeh hilang di perairan Belang

Published

on

MITRA, ZONAUTARA.com Tiga orang nelayan asal Pulau Lembeh dilaporkan hilang di perairan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Ketiga korban yang dilaporkan hilang tersebut, yakni Jumaat Panura (45), Sopkia Sumihi (40) dan Reumer Pandensolang (60).

Laporan hilangnya ketiga korban tersebut diterima Basarnas Manado, pada Kamis (11/7/2019).

Para nelayan tersebut dilaporkan pergi melaut sejak Senin (8/7), dengan menggunakan ponton rakit di tempat mereka biasa memancing.

Namun, pada Rabu (10/7), saksi yang merupakan tetangga korban menuturkan, dirinya melihat perahu terikat pada rakit, namun korban sudah tidak berada di atas rakit. Hingga saat ini, para korban belum kembali ke rumah.

Kepala Kantor Basarnas Manado Gede Darmada mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Patroli (Satrol) TNI AL untuk membantu pencarian tiga nelayan tersebut.

Menurut dia, Satrol TNI AL menggerakan satu kapal yang dinahkodai Lettu Laut (P) Irwansyah, telah bersama-sama dengan anggota Basarnas melaksanakan pencarian.

“Saat ini, Pos Sar Amurang sudah bergerak melaksanakan pencarian bersama Tim SAR Gabungan, dengan unsur potensi yang terlibat TNI AL, Polair Ratahan, masyarakat serta keluarga korban. Namun masih belum adanya penemuan tanda-tanda korban,” ujarnya.

Di hari ke-2, Tim Rescue masih melanjutkan pencarian dengan menggunakan truk dan Rubber boat Basarnas, speedboat Polair dan kapal TNI AL Tedong Naga.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com