Connect with us

Hukum dan Kriminal

Terdakwa kasus coblos dua kali dituntut dua bulan penjara

Published

on

Terdakwa Lucki saat mengajukan pembelaannya kepada Majelis Hakim PN Tondano. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

MINAHASA, ZONAUTARA.comTerdakwa kasus dugaan tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu) coblos dua kali, yakni lelaki LSW alias Lucki, dituntut dua bulan kurungan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dian Subdiana, David Andrianto, Christomy Bonar dan Gideon usai Majelis Hakim yang diketuai Paul B Pane melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa.

“Menuntut Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana pemilu sebagaimana dalam Pasal 516 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua bulan,” ujar JPU.

Selain pidana kurungan badan, JPU pun menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp3 juta, subsider 1 bulan.

Atas tuntutan JPU tersebut, terdakwa pun mengajukan pembelaan secara lisan.

Terdakwa pun meminta kepada hakim untuk meringankan hukuman atas dirinya.

“Saya meminta keringanan hukuman karena merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki anak-anak yang masih kecil,” kata terdakwa.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim mengatakan, seluruh agenda pemeriksaan, mulai dari saksi, ahli dan terdakwa, hingga mendengarkan tuntutan sudah dilaksanakan.

“Untuk putusan nanti oleh Pengadilan Tinggi (PT). Berkas perkara akan kami kirim ke PT dan akan diputus oleh PT,” pungkas Pane.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Hukum dan Kriminal

Berbuat tak senonoh, seorang PRT diciduk URC Totosik

Published

on

Pelaku saat diamankan Tim URC Totosik. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Aksi tak senonoh dilakukan oleh AL alias Albert (19), lelaki yang  berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), di Perumahan Dinas Pertamina, Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan.

Di mana, Albert nekat melakukan aksi pornografi, dengan memperlihatkan alat kelaminnya saat melakukan panggilan video melalui aplikasi WhatsApp, kepada seorang wanita yang masih berusia 16 tahun.

Perbuatan pelaku terungkap saat korban membuat status di media sosial Facebook, sekitar pukul 14.00 WITA, Rabu (13/11/2019).

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Tomohon yang mendapati adanya laporan melalui media sosial itu langsung melakukan pengembangan.

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung mengatakan, dari unggahan korban di media sosial itu diketahui, bahwa pada hari Selasa (12/11/2019) sekira jam 14.00 WITA, korban mendapat panggilan video via aplikasi WhatsApp dari pelaku.

Ketika sementara melakukan panggilan video, tiba-tiba pelaku menunjukkan alat kelaminnya kepada korban.

“Setelah menerima informasi dari korban, kami selanjutnya melakukan penyelidikan. Kemudian pada hari Rabu sekitar pukul 22.00 WITA, pelaku berhasil diamankan kami di kompleks Perumahan Pertamina,” jelas Watung.

Menurut Watung, dari hasil interogasi, pelaku mengaku mengetahui mengetahui nomor WhatsApp korban dari profil Facebook.

“Pelaku mengaku melakukan tindakannya yaitu karena nafsu birahi pelaku terhadap korban tidak tertahankan lagi,” kata Watung.

Usai diamankan, pelaku kemudian digiring ke Mapolres Tomohon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait melalui Kasubag Humas Polres Tomohon Aiptu Jonny Rumagit membenarkan laporan tersebut.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Editor  : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com