Connect with us

EDITOR'S PICK

Walau di daerah, SMAN 1 Modoinding gelar ujian berbasis smartphone

Siswa dan guru siap 100 persen.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Foto: pexels.com

MINSEL, ZONAUTARA.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Modoinding, Minahasa Selatan melangkah lebih maju dalam hal mendayagunakan perangkat teknologi pada kegiatan belajar mengajar.

Jika sebelumnya sekolah ini berhasil menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kelas XII, maka kali ini giliran pelajar kelas X dan XI yang mengikuti ujian semester dan kenaikan kelas berbasis smartphone.

Kepala SMAN 1 Modoinding Noldi Masengi mengatakan bahwa kemajuan teknologi terus berkembang, sudah semestinya sekolah ikut juga menyesuaikan dengan mengudapte sistem pembelajaran.

“Selama empat tahun kami sudah menggelar ujian semester berbasis komputer, kali ini sudah menggunakan smartphone, lebih praktis,” ujar Masengi, Selasa (28/5/2019).

Suasana ujian semester berbasis smartphone di SMAN 1 Modoinding.

Adalah operator teknis di sekolah itu, Toar Pondaag yang menyiapkan sistem yang dipakai oleh siswa dalam mengakses soal melalui smartphone.

Masengi juga menjelaskan, kesiapan anak didik dalam menggunakan sistem ujian berbasis samrtphone menjadi kunci keberhasilan terlaksananya sistem itu.

“Mereka siap seratus persen, dan ini adalah prestasi bahwa ada transformasi pendidikan di sekolah kami walau pun ada di daerah,” kata Masengi.

Dia berharap penerapan teknologi untuk membantu pendidikan di Sulawesi Utara semakin maju di tahun-tahun berikutnya.

Sudah diterapkan

Penerapan ujian berbasis smartphone memang sudah diterapkan di sejumlah sekolah yang ada di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge Internasional, memaparkan pelajar Indonesia paling aktif dalam penggunaan teknologi untuk media sosial dan pendidikan.

Menurut penelitian itu, sebanyak 40 persen pelajar Indonesia menggunakan teknologi di ruang kelas dibandingkan dengan banyak negara lain.

Indonesia juga menempati urutan kedua dalam penggunaan komputer desktop setelah Amerika Serikat.

Laporan survei APJII 2018

Sementara sebanyak dua pertiga siswa di Indonesia (atau 67 persen) menggunakan smartphone untuk pembelajaran di kelas. Bahkan angka yang lebih tinggi yakni 81 persen siswa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.

Kondisi ini tentu juga menuntut guru beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital, serta bisa menerapkannya dalam proses belajar mengajar. (mt)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

EDITOR'S PICK

Topan hantam Jepang, 4 orang meninggal, 6 juta orang dievakuasi

Wisatawan Indonesia yang sempat tertahan sudah bisa ke bandara Haneda.

Bagikan !

Published

on

Suasana Bandara Internasional Haneda Jepang, Minggu (13/10/2019) usah badai menghantam Tokyo sehari sebelumnya. (Foto: Maya Decline)

ZONAUTARA.com – Topan terbesar dalam 60 tahun terakhir menghantam Jepang di kawasan pesisir timur, Sabtu (12/10./2019). Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas, belasan orang hilang, 80 cidera dan 370 ribu orang terkena dampak pemadaman listrik.

Laporan kantor berita Kyodo menyebut, di Tokyo ada sekitar enam juta orang harus dievakuasi. Topan Hagibis yang merupakan badai dahsyat ini menghancurkan rumah, menerbangkan mobil serta merubuhkan tiang listrik.

Otoritas Jepang menyiagakan sebanyak 17 ribu personel militer dan polisi untuk membantu upaya penyelamatan.

Badai yang disertai dengan angin kencang dan hujan sangat deras itu, juga memicu tanah longsor di pulau Honshu. Kawasan rendah di Tokyo dilaporkan terendam banjir, termasuk di Ise, Prefektur Mie, Jepang tengah, serta hujan sangat deras di Shizuoka.

Hujan akibat topan Hagibis ini merupakan catatan hujan terderas sejak 1958, dengan intensitas 939,5 milimeter selama 24 jam.

Kecepatan angin mencapai 216 km/jam di pulau Honshu ketika pertama kali badai itu datang pada pukul 19.00 waktu setempat.

Orang-orang berlindung di tempat yang aman, dan otoritas telah mengeluarkan peringatan ancaman terjangan badai sebelumnya.

Sudah di Bandara

Wisatawan asal Indonesia yang sebelumnya harus tertunda kepulangannya pada Sabtu kemarin, kini sudah berada di Bandara Internasional Haneda. Kontributor Zonautara.com di Tokyo, Maya Decline melaporkan, pagi ini cuaca cerah.

“Kami bisa tiba di bandara pagi ini, dan sudah melakukan check in,” lapor Maya, Minggu (13/10).

Maya bersama 45 wisatawan harus mencari hotel kembali, saat seluruh penerbangan dibatalkan oleh otoritas setempat. Transportasi publik ikut juga dihentikan operasionalnya saat badai tiba.

Maya menuturkan, Bandara Haneda pagi ini sangat padat. Para wisatawan berharap penerbangan mereka tidak lagi dibatalkan.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com