Connect with us

Hukum dan Kriminal

Sindikat prostitusi online di Tomohon dibongkar URC Totosik

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Praktik prostitusi ternyata masih terjadi di Kota Tomohon. Bahkan, praktik asusila yang terjadi di Kota Bunga ini pun telah dilakukan secara online.

Aktivitas ilegal tersebut belakangan tercium oleh Kepolisian Resor (Polres) Tomohon melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik.

Di mana, tim yang dikomandani Bripka Yanny Watung ini berhasil membongkar sindikat prostitusi online yang beraksi di sejumlah hotel di wilayah Kecamatan Tomohon Utara dan Tomohon Tengah, Jumat (5/7/2019) malam.

“Tim URC Totosik telah membongkar dan meringkus sindikat prostitusi online yang ada di Kota Tomohon, di dua TKP yang berbeda, Hotel Tulip In dan Hotel Joanie,” ujar Kapolres Tomohon AKBP Raswin Bachtiar Sirait melalui Ketua Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Watung, dari penggerebekan di dua lokasi tersebut, pihaknya mengamankan tiga orang pelaku, termasuk mucikari dan sejumlah barang bukti.

Ironisnya, kata Watung, salah satu pelaku yang diamankan masih di bawah umur.

Sementara, barang bukti yang diamankan, lanjut Watung, berupa alat kontrasepsi, pakaian dalam, handphone dan sejumlah uang.

“Pelaku yang kami amankan, yakni ML alias Mel (18) warga Kelurahan Winangun yang bertindak sebagai mucikari dan ST alias Sheren (14), serta wanita PK alias Pat (21), yang merupakan wanita pesanan. Sementara, satu orang pelaku yang diduga mucikari berhasil melarikan diri,” jelasnya.

Dia menambahkan, para pelaku telah dibawa ke Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com