Connect with us

Zona Bolmong Raya

Yasti terima lencana darma bakti dari Jokowi

Dinilai berkontribusi untuk kemajuan gerakan pramuka di Indonesia

Bagikan !

Published

on

LOLAK, ZONAUTARA.com – Kwartir Nasional (Kwarnas) gerakan pramuka menggelar upacara dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 di lapangan utama Bumi Perkemahan Cibubur, Rabu (14/8/2019). Upacara itu melibatkan seluruh anggota Kwartir Cabang dan Kwartir Daerah gerakan pramuka seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kwarnas gerakan pramuka yang dikomandoi Budi Waseso bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya melaksanakan upacara tetapi juga memberikan penghargaan kepada pejabat yang dinilai berkontribusi untuk kemajuan gerakan pramuka di Indonesia.

Menariknya, dari 563 penerima penghargaan, di antaranya adalah Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow. Penyematan lencana darma bakti itupun langsung diberikan oleh Presiden Jokowi kepada Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.

Lencana darma bakti tanda penghargaan yang diberikan kepada seorang yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan fasilitas yang cukup besar terhadap kemajuan gerakan pramuka.

“Bagi yang menerima penghargaan saya ucapkan selamat dan teruslah berkontribusi untuk kemajuan dan prestasi gerakan pramuka,” kata Presiden Joko Widodo, sebagimana rilis dari bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Bolmong.

Presiden meminta kepada seluruh pengurus dan anggota gerakan pramuka di seluruh Indonesia untuk menjadi panutan dan contoh serta memberikan sumbangsih kemajuan negara ini dengan prestasi.

“Gerakan pramuka menjadi garda terdepan untuk kemajuan bangsa ini,” kata Presiden.

Sementara itu, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengucapkan rasa terima kasih atas pemberian lencana darma bakti yang disematkan kepada dirinya.

“Gerakan pramuka harus terus eksis dan menjadi gerakan yang mencerdaskan anak bangsa,” ujar Yasti.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

300 jiwa di Bolangat Timur harus mendapatkan suplai air bersih.

Bagikan !

Published

on

By

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com