Connect with us

PENDIDIKAN

Dosen UNSRAT temukan teknik baru budi daya rumput laut

Inovasi ini sedang didesiminasi di desa Nain Induk.

Bagikan !

Published

on

Budi daya rumput laut di perairan pulau Nain, Minahasa Utara. (Foto: Edwin Ngangi)

MANADO, ZONAUTARA.com – Dosen Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado menemukan teknik baru dalam budi daya rumput laut.

Uji coba inovasi baru itu telah dilakukan selama empat tahun pada beberapa lokasi budi daya rumput laut di Sulawesi Utara.

Dr. Edwin Ngangi, dosen di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNSRAT, yang menemukan teknik baru itu menjelaskan, bahwa inovasi teknik ini telah membantu meningkatkan produksi rumput laut saat uji coba.

“Inovasinya berupa penggunaan material wadah tali senar pada teknik budi daya rumput laut secara vertikal. Teknik ini tidak saja meningkatkan produksi tetapi sekaligus meminimalisir serangan penyakit,” jelas Ngangi, Rabu (11/9/2019).

Wadah tali yang digunakan adalah tali senar untuk menggantikan tali jenis nylon yang selama ini digunakan oleh pembudidaya.

Sejak Juni 2019 inovasi ini telah didesiminasikan pada kelompok mitra di desa Nain Induk, Minahasa Utara yang merupakan salah satu sentra produksi rumput laut di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat (P2M) yang dibiayai dari Hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) oleh DRPM DIKTI. Tim PPMUPT ini terdiri dari tiga dosen. selain Ngangi adalah pula Prof. Grevo Gerung, dan Dr. Reni Kreckhoff.

Kelompok mitra budi daya rumput laut berfoto bersama tim peneliti di desa Nain Induk. (Foto: Edwin Ngangi)

Kreckhoff menjelaskan bahwa penggunaan tali senar sebagai gantungan bibit rumput laut secara vertikal memiliki keunggulan efisiensi pemanfaatan lahan, dan mencegah prevalensi penyakit ice-ice pada rumput laut.

Sementara Gerung menambahkan bahwa kegiatan PPMUPT ini akan berlangsung selama tiga tahun sampai 2021 mulai dari penyuluhan, praktek, pendampingan, pemantauan sampai pada tahap evaluasi.

“Kami sangat berterimakasih kepada DRPM DIKTI yang telah membiayai kegiatan PPMUPT ini,” ujar Gerung.

Salah satu pembudidaya rumput laut di pulau Nain, Isal Lato sebagai mitra PPMUPT menceritakan, bahwa dia sengaja menyandingkan budi daya rumput laut yang menggunakan tali senar dan tali nylon.

“Hasilnya sangat beda, penggunaan tali senar membuat rumput laut tumbuh lebih banyak. Dan kami tidak harus jauh-jauh mendayung mengikuti tali nylon yang dipasang secara horisontal. Sekarang pakai tali senar yang dipasang secara vertikal,” ujar Lato, yang juga merupakan Ketua Kelompok Puteri Nain.

Sebagaimana diketahui rumput laut kini semakin dibutuhkan seiring dengan pertambahan penduduk dunia. Rumput laut tidak saja dimanfaatkan sebagai bahan pangan, namun juga menjadi bahan baku bagi industri farmasi dan kosmetik, bahkan untuk tekstil dan otomotif.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PENDIDIKAN

Sekolah disegel, anak-anak SDN 1 Sangkub Dua Bolmut terlantar

Sebuah musibah pendidikan pada momentum Hari Guru Nasional

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

BOROKO, ZONAUTARA.com – Para siswa SDN 1 Sangkub Dua, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Senin (25/11/2019), harus terlantar di luar pagar sekolah. Pada momentum Hari Guru Nasional, mereka tak bisa masuk karena di gapura sekolah ada tulisan LAHAN INI DISEGEL yang dipasang ahli waris pemilik lahan.

Penyegelan terjadi bertepatan pelaksanaan upacara peringatan Hari Guru Nasional di Kecamatan Sangkub yang dihadiri oleh Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena.

Seorang sumber yang enggan namanya dipublikasikan, menyebutkan bahwa penyegelan terjadi sebelum upacara Hari Guru Nasional. Waktu lalu sempat dilakukan penyegelan serupa namun dibuka lagi. Sekarang kejadian yang sama terjadi lagi.

“Sekarang ada beda sedikit karena sudah digantung pemberitahuan dari pihak pemilik lahan,” ujarnya.

Menurut sumber ini, aktivitas belajar-mengajar sekolah usai penyegelan diarahkan ke balai desa.

Persoalan tanah SDN 1 Sangkub dua, Kecamatan Sangkub, sepertinya masih menunggu hasil tim appraisal atau pihak yang berwewenang menaksir nilai properti. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut berupaya membayar lahan tersebut.

Kepala Bagian Umum Pemkab Bolmut Habibie Alamri sebelumnya mengatakan, proses pembayaran lahan yang kini ditempati sekarang masih dalam kajian tim appraisal.

“Tim appraisal itu dari Jakarta, tapi cabangnya di Manado. Yang dinilai hanya tanahnya saja. Kalau bangunan milik Pemkab. Jadi, tinggal menunggu hasil dari tim tersebut. Kita akan bayar setelah ada hasil,” ujar Alamri.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Daerah Bolmut Asripan Nani. Menurutnya, pihak Pemkab Bolmut sudah meminta tim appraisal untuk menaksir nilai tanah.

“Hasil penilaian itulah yang akan diupayakan Pemda untuk diselesaikan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, tanah di mana SDN 1 Sangkub Dua berdiri merupakan tanah yang dihibahkan sekitar tahun 1970 untuk pembangunan sekolah. Hibah tersebut sebelum Kabupaten Bolmut mekar dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Tanah tersebut memiliki luas sekitar satu hektar.

Dalam perkembangannya status kepemilikan tanah telah melalui proses hukum hingga Mahkamah Agung (MA) dan telah dimenangkan oleh pihak penggugat sebagai ahli waris. Pemkab Bolmut bersedia membayar lahan tersebut hanya saja harga yang dimintakan pihak ahli waris terlalu tinggi.

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com