Connect with us

Politik dan Pemerintahan

DPR tuai kritik karena bahas RKUHP secara diam-diam

Pembahasan dengan pemerintah dilakukan secara tertutup tanpa melibatkan publik.

Bagikan !

Published

on

Foto: istimewa

ZONAUTARA.com – Pemerintah dan DPR ternyata telah melanjutkan pembahasan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Pembahasan itu dilakukan secara diam-diam dan tertutup pada 14-15 September 2019 di Hotel Fairmont Senayan Jakarta.

Dari info yang diperoleh Aliansi Nasional Reformasi KUHP (Aliansi KUHP), dalam rapat tersebut Pemerintah dan DPR telah menyatakan selesai merampungkan RKUHP.

Sampai berita diturunkan, masyarakat sama sekali tidak mendapatkan info bahwa pembahasan RKUHP akan dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu tersebut.

Selain karena pembahasan dilakukan di akhir pekan, juga karena pembahasan tidak tercantum pada jadwal Komisi III dan tertutup karena dilakukan di Hotel bukan di ruang rapat Panja RKUHP di Komisi III.

Aliansi RKUHP tidak mendapat akses informasi atau dokumen apapun dari hasil rapat tertutup tersebut.

“Sebagai catatan, pembahasan terbuka terakhir dilakukan oleh Pemerintah dan DPR pada 30 Mei 2018, artinya hampir satu setengah tahun, tidak ada pembahasan yang terbuka untuk diakses publik. Padahal pembahasan RUU yang jelas isinya akan berhubungan dengan masyarakat, khususnya RKUHP yang mengandung begitu banyak pasal kontroversial. Harusnya dilakukan secara terbuka sesuai dengan amanat UU No. 12 Tahun 2011 tantang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” kata Direktur Eksekutif ICJR, Anggara, mewakili Aliansi RKUHP, Senin (16/9/2019) melalui siaran pers.

Tindakan Pemerintah dan DPR yang secara diam-diam dan tertutup melakukan pembahasan dan menyatakan RKUHP telah rangkum untuk tinggal disahkan di Rapat Panja Komisi III dan Paripurna DPR jelas mencederai kepercayaan dan amanat rakyat untuk Pemerintah dan DPR. RKUHP dibahas tanpa legitimasi dan transparansi yang kuat.

“Aliansi meminta pengesahannya harus ditunda!,” tegas Anggara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Politik dan Pemerintahan

Publik kecam sikap politisi PDIP Arteria Dahlan saat debat di Mata Najwa

Arteria sempat menunjuk-nunjuk Emil Salam dan tidak meminta maaf sesudah itu.

Bagikan !

Published

on

Foto kolase (istimewa)

ZONAUTARA.com – Publik mengecam sikap politisi PDIP Arteria Dahlan yang terlihat tidak menjaga sikap saat berdebat dengan ekonom senior Emil Salim, di acara Mata Najwa.

Bahkan kicauan warganet soal ini menjadi trending topic di Twitter, Kamis (10/10/2019). Mereka jengah melihat Arteria yang menyerang Emil Salim secara emosional, bahkan sambil menunjuk-nunjuk.

Dalam potongan video yang tersebar, nampak Arteria terlibat adu argumen dengan memotong pembicaraan dan sempat menyebut Emil sesat.

Akibat sikap Arteria, warganet merasa geram dan mengatakan ia sebagai sosok yang tidak sopan dan tidak memiliki etika.

Tak kurang dari Sudjiwo Tedjo bahkan menyarankan Ketua Umum PDIP Megawati meminta maaf kepada Emil Salim yang dianggap sesepuh itu.

Dalam video yang beredar di Twitter, bahkan usai acara berlangsung, Arteria tidak meminta maaf kepada Emil. Saat bintang tamu lainnya menyalami Emil, Arteria malah terlihat langsung pergi.

Acara Mata Najwa yang dihadiri Arteria dan Emil Salim itu membahas soal Perppu KPK.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com