Connect with us

Hukum dan Kriminal

Pesta miras berujung perkelahian, Robert diciduk URC Totosik

Satu orang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka.

Bagikan !

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Perkelahian akibat minuman keras lagi-lagi terjadi di Kota Tomohon.

Pelakunya, yakni RT alias Robert (43), warga Lingkungan Dua, Kelurahan Tumatangtang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan. Sementara, korbannya Martin Kainde (52), warga yang sama.

Perkelahian kedua pria yang berprofesi sebagai petani ini terjadi di jalan raya Tomohon-Sonder, Kelurahan Tumatangtang Satu, sekitar pukul 22.00 WITA, Minggu (30/9/2019).

Akibat perkelahian tersebut, lelaki Martin mengalami sejumlah luka, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kasubbag Humas Polres Tomohon Iptu Johny Kreysen membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku sudah diamankan oleh Tim URC Totosik, sementara korban sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit,” ungkap Kreysen.

Sementara itu, Ketua Tim URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, saat mendapatkan laporan masyarakat soal perkelahian tersebut, pihaknya langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Watung, saat sampai di TKP, timnya langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan dan melakukan pencarian terhadap pelaku.

“Tak lama kemudian pelaku berhasil kami amankan. Dari pengakuan pelaku, bahwa kejadian bermula ketika keduanya melakukan pesta miras. Saat pelaku hendak pulang ke rumah, tiba-tiba terjadi adu mulut antara korban dan pelaku yang berujung pemukulan terhadap korban,” tutur Watung.

Akibat dari perkelahian tersebut, lanjut Watung, korban mengalami beberapa luka sobek di pelipis dan luka sobek di bagian hidung, serta mengalami bengkak di bagian mulut.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com