Connect with us

ZONA DAERAH

Jalan kaki dari kediaman, MJLW mendaftar bakal calon Wali Kota di Golkar

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon Miky Junita Linda Wenur (MJLW) menjadi orang ke-8 yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Tomohon di Partai Golkar, Sabtu (16/11/2019).

Didampingi suaminya yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Stefanus BAN Liow bersama para pendukungnya, Wenur pun berjalan kaki dari kediaman mereka di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, hingga ke Sekretariat Golkar di Kelurahan Walian Satu.

Terpantau, saat tiba di Sekretariat Golkar sekitar pukul 20.10 WITA, Wenur dan pendampingnya langsung disambut Tim Penjaringan yang diketuai Piet HK Pungus.

Wenur mengisi Formulir Bakal Calon yang kemudian diserahkan kepada Tim Penjaringan.

Usia mendaftar, Wenur kepada wartawan mengatakan, dirinya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota.

Menurut dia, motivasi dirinya mencalonkan diri sebagai bakal calon Wali Kota adalah untuk berbuat lebih banyak lagi bagi Kota Tomohon.

Selain itu, kata Wenur, dirinya masih ingin memberikan ide-ide besar untuk memajukan Kota Tomohon yang tentunya untuk melanjutkan kepemimpinan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, yang telah meletakkan dasar-dasar yang kuat di berbagai bidang khusus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Saya berkomitmen agar kepemimpinan Bapak Wali Kota bisa dilanjutkan. Mudah-mudahan dukungan masyarakat bisa lebih kuat. Komitmen ini diharapkan bisa mendapat sambutan yang lebih besar,” tuturnya.

Menurut Wenur, dirinya optimis diusung oleh Partai Golkar untuk menjadi calon Wali Kota Tomohon pada Pilwako 2020 mendatang.

MJLW didampingi suami SBANL saat jalan kaki menuju Sekretariat Golkar. (Foto: zonautara.com)

Namun begitu, kata Wenur, dirinya pun menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada mekanisme partai.

“Golkar organisasi yang sudah kuat
dan memang di Golkar banyak kader terutama di Tomohon. Saya pastikan Golkar akan memilih yang terbaik,” jelasnya.

Soal massa pendukung yang ikut mengawal dirinya datang mendaftar, Wenur mengaku hal itu hanya merupakan aksi spontanitas dari para pendukungnya tersebut.

Terkait aturan Anggota DPRD yang harus mundur, Wenur menegaskan, sebagai warga negara yang baik, dirinya akan mematuhi aturan tersebut.

DUKUNGAN KELUARGA

Di saat melakukan pendaftaran sebagai bakal calon Wali Kota Tomohon di Partai Golkar, Wenur didampingi suaminya Stefanus BAN Liow.

Kepada wartawan, Liow mengatakan, kehadirannya secara langsung pada pendaftarannya istrinya ini merupakan wujud nyata dukungan penuh dari keluarga.

Menurut Liow, ketika Partai Golkar memberikan kepercayaan kepada istrinya tersebut, tentunya dirinya akan menopang untuk kemajuan masyarakat Tomohon.

“Kami telah berkomitmen, menjadi pemimpin harus memiliki karakter kepemimpinan. Karakter yang kuat itu akan menjaga kedamaian di keluarga, jadi apapun tanggung jawab yang diberikan harus dilakukan dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Kinerja menurun, Kepala Inspektorat Bolmong diganti

Tahlis: Tindak lanjut temuan BPK baru 54 persen

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com—Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow kembali menunjuk Rio Lombone sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Inspektorat Bolmong menggantikan Leksi Paputungan.
Rio saat ini menjabat Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong definitif.

Penunjukkan Rio berdasarkan surat keputusan Bupati nomor 800/B 03/BKPP/25 tertanggal 16 Januari 2020 yang diserahkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda), Tahlis Gallang di ruang kerja sekda, Jumat (17/1/2020).

Menurut Sekda, penunjukkan Rio sebagai Plt kepala Inspektorat tidak dilakukan bersamaan dengan rolling jabatan struktural eselon II, III dan IV beberapa waktu lalu karena memang tugas kepala BKD saat itu masih cukup berat. Terkait penyelesaian asset daerah. “Tapi saat ini, persoalan asset sudah membaik. Sehingga pekerjaannya pun agak ringan,” kata Tahlis saat ditemui di ruang kerjanya, usai penyerahan SK.

Di sisi lain, Inspektorat juga membutuhkan figur yang mampu mengatur serta menjadi motor penggerak. Karena menurut Tahlis, selain persoalan asset, masalah terbesar kedua di Bolmong saat ini adalah tindak lanjut hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang. “Iya, baru sekitar 54 persen. Sehingga Rio kembali ditempatkan di inspektorat untuk mensupport manajemen. Untuk membantu memecahkan persoalan di inspektorat,” terang Sekda.

Posisi Plt kepala Inspektorat sempat dipercayakan kepada sekretaris inspektorat, Leksi Paputungan. Yang sebelumnya memang dijabat Rio Lombone. Tapi, dari hasil evaluasi justru tidak ada nilai tambah bahkan menurun. “Sejak ditinggal Rio Lombone menjabat kepala BKD, justru performa dari inspektorat menurun,” sentil Tahlis.

Sementara, Pemkab bolmong menargetkan sesuai kesepakatan dengan BPK melalui MoU itu bahwa tindak lanjut temuan harus minimal 80 persen. Batas waktunya Desember 2019 lalu.
Tapi justru hanya bertengger pada posisi 54 persen.

Padahal, awal Februari 2020, BPK-RI perwakilan Sulawesi Utara akan kembali masuk ke Bolmong untuk melakukan pra audit.

“Makanya ini akan dipresure terus sebelum BPK masuk awal Februari. Paling tidak, hingga Maret kita bisa menyelesaikan sampai 70 persen. Dan itu yang menjadi tugas Rio Lombone. Karena April sudah masuk pada audit rinci,” tandas Sekda Tahlis.(ite)

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com