Connect with us

ZONAPEDIA

Yuk intip cara memberikan ASI eksklusif bagi ibu pekerja

ASI dapat disimpan di kulkas dan digunakan setelahnya.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)


MANADO, ZONAUTARA.com– Bagi ibu pekerja, memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif kadang menjadi sangat sulit. Hal ini dikarenakan waktu cuti melahirkan hanya tiga bulan. Ditambah dengan kurangnya pengetahuan terkait cara memerah susu yang benar, serta pentingnya memberi ASI eksklusif.

Bagi ibu pekerja yang ingin tetap memberikan ASI selama bekerja, yuk intip cara memberi ASI.

Pertama, yakinkan dulu diri Anda apakah ingin memberikan ASI atau susu formula. Karena kalau tidak ada niat untuk memberikan ASI, pasti tidak akan berhasil. Jika Anda yakin dengan keputusan memberi ASI, maka pasti akan berhasil.

Kedua, siapkan alat-alat yang diperlukan untuk memompa atau memerah ASI. Diantaranya, botol ASI, pompa ASI dan tas untuk menyimpan ASI (cooler bag dan ice gell). Sebelum memerah ASI, sebaiknya sterilkan dulu alat-alat tersebut. Setelah itu, cuci tangan dan basuh payudara dengan air hangat.

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu memompa ASI. Pompa ASI bisa manual ataupun elektrik, tergantung pilihan Anda. Selama memompa ASI, usahakan Anda dalam keadaan rileks. Anda bisa saja sambil menonton ataupun bernyanyi. Lakukan hal ini tiga jam sekali atau tergantung dari produksi ASI. Setelah diperah, simpanlah di kulkas atau freezer agar ASI beku. Setelah jam pulang kantor, barulah ASI diletakan dalam cooler bag untuk dibawa pulang ke rumah.

Setelah di rumah, ASI perah tersebut harus disimpan kembali dalam freezer. Dan untuk menggunakannya, harus diturunkan ke kulkas sebelum digunakan. Rendam botol yang berisi ASI dalam wadah berisi air panas. Jangan memanaskan ASI dalam microwave atau merebusnya di kompor karena dapat merusak antibody. Jika ASI tidak habis, tidak boleh digunakan lagi atau langsung saja dibuang.

Berikut, panduan lama penyimpanan ASI:
Deep freezer (-20°C): 6-12 bulan
Freezer di kulkas 2 pintu (-18°C): 3-6 bulan
Freezer di kulkas 1 pintu (-15°C): 2 minggu
Kulkas (4°C): 5 hari
Insulated cooler bag dengan ice packs: 24 jam
Ruangan dengan suhu < 25°C: 2-4 jam Ruangan dengan suhu > 25°C: 1 jam (/ea)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

3 film pertama Indonesia pertama, semuanya bisu

Film Indonesia pertama dirilis pada tahun 1926.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM– Dunia film dalam negeri beberapa tahun belakangan semakin menggeliat. Beragam genre diproduksi meramaikan layar bioskop nusantara. Beberapa di antaranya mendulang sukses besar.

Namun tahukah anda, film Indonesia apa saja yang pertama kali di produksi? Simak daftarnya.

1.Loetoeng Kasaroeng

Disutradarai orang Belanda, G. Krueger dan L. Heuveldrop, film ini dirilis pada tahun 1926 di Teater Elite and Majestic. Kendati sutradaranya orang Belanda namun pemainnya adalah orang Indonesia dan digarap oleh perusahaan film asal Bandung, Jawa NV.

Loetoeng Kasaroeng yang diproduksi saat Indonesia masih dijajah Belanda (Hindia Belanda) ini, merupakan film bisu.

2.Eulis Atjih

Ini juga film bisu yang dirilis pada tahun 1927, masih dengan sutradara yang sama G. Krueger. Karena masih bisu, saat film ini akan diputar ada live music berupa musik keroncong yang mengawali pemutarannya.

Pemain musik keroncong adalah Kajoon, seorang musisi keroncong yang terkenal pada masa itu.

3.Resia Borobudur

Film ini bercerita tentang tokoh Young Pei Fen yang menemukan sebuah buku rahasia (resia) milik ayahnya, dengan latar Candi Borobudur yang terkenal itu.

Film yang juga bisu ini diproduksi oleh Nancing Film Co, dan dibintangi aktris Olive Young. Dirilis pertama kali pada tahun 1928.

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com