Connect with us

Visualisasi Data

Pada 2019 ada 28 dari 100 balita alami stunting

Angka prevalensi turun dibandingkan tahun 2018

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2019, ada 28 dari 100 balita di Indonesia mengalami stunting. Angka ini cukup tinggi dibanding dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya, meski prevalensi balita yang mengalami stunting menurun dibanding tahun 2018.

Pada 2018 prevalensinya 30,8 persen dan menurun pada tahun 2019 menjadi 27,2 persen.

Penanganan stunting perlu menjadi perhatian mengingat dapat berdampak kepada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas, dan menghambat perekonomian seperti pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan ketimpangan.

Kementerian Keuangan menguitp World Bank Investing mencatat, stunting dapat menghilangkan 11 persen produk domestik bruto (PDB) dan mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20 persen. Selain itu, dapat mengurangi 10 persen dari total pendapatan seumur hidup dan menimbulkan kemiskinan antar-generasi.

Sumber: Databoks Katada

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Visualisasi Data

Di Sulut, laki-laki rentan tertular virus corona, terbanyak usia 20-44 tahun

58,11 persen dari kasus positif corona di Sulut adalah laki-laki.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi proses melepas APD. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Penularan SAR-CoV-2 penyebab covid-19 di Sulawesi Utara masih terus berlangsung. Sepanjang bulan Mei 2020, ada 294 kasus positif yang diumumkan oleh Satgas Covid-19 Sulut.

Total kasus positif secara akumulatif di Sulut sejak kasus positif pertama pada 14 Meret hingga 31 Mei, sudah sebanyak 339 kasus. Dari 339 kasus itu ada 250 kasus aktif atau pasien yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di Sulut.

Sebanyak 37 orang meninggal dunia dan sudah ada 52 orang yang dinyatakan pulih atau sembuh, karena hasil pemeriksaan laboratorium swab test mereka dua kali berturut-turut negatif.

Hasil olah data Zonautara.com, memperlihatkan bahwa laki-laki yang terbanyak tertular virus corona di Sulut. Dari 339 kasus, 197 diantaranya berjenis kelamin laki-laki atau sebesar 58,11 persen

Sementara perempuan sebanyak 142 orang yang terjangkit covid-19 atau sebesar 41,88 persen

Jika dipilah berdasarkan kelompok usia, maka kelompok usia 20 hingga 44 tahun paling banyak tertular virus corona. Pada kelompok usia ini ada sebanyak 160 kasus, dimana 106 kasus diantaranya atau sebesar 66,25 persen adalah laki-laki.

Perempuan mendominasi pada kelompok usia 6 hingga 14 tahun, yakni ada sebanyak 10 orang perempuan tertular virus corona pada kelompok usia ini atau sebesar 37,5 persen dari 16 kasus dalam kelompok usia ini.

Covid-19 juga menjangkit pada kelompok usia balita, atau di bawah lima tahun. Pada kelompok usia ini ada enam kasus yang dilaporkan, dimana empat kasus merupakan laki-laki dan dua kasus perempuan.

Pada kelompok usia di atas 60 tahun, distribusi kasus per jenis kelamin hampir merata. Dari 50 kasus yang dilaporkan pada kelompok ini, ada 27 kasus berjenis kelamin perempuan (54%) dan sisanya 23 kasus adalah laki-laki.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com