Connect with us

ZONA DAERAH

Direktur RSGM: pelayanan pasien BPJS tunggu penandatanganan kontrak

Published

on

Jajaran Komisi III bersama pihak RSGM dan BPJS Kesehatan usai RDP. (Foto: zonautara.com)

TOMOHON, ZONAUTARA.comDireksi Rumah Sakit Gunung Maria (RSGM) Tomohon bertemu pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang difasilitasi Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Rabu (15/1/2020).

Ketua Komisi III Miky JL Wenur yang memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut mempertanyakannya kepada pihak RSGM dan pihak BPJS Kesehatan terkait tidak berlanjutnya kerjasama yang dampaknya sudah sangat dirasakan oleh masyarakat Tomohon tersebut.

Sejumlah poin kesepakatan pun berhasil didapati dari pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Erens Kereh bersama jajaran Komisi III, masing-masing Wakil Ketua Johny Runtuwene, Sekretaris Christo Bless Eman dan Anggota Cherly Mantiri, serta Syane Samatara.

Namun begitu, permasalahan pelayanan pasien peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit yang bernaung di bawah PT Ratna Timur Tumarendem ini pun tak serta-merta selesai.

Pasalnya, hubungan kerjasama antara dua pihak ini pun masih menunggu akan penandatanganan kontrak.

Direktur RSGM Tomohon dr Frankly Palendeng membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan, pasien peserta BPJS Kesehatan belum hingga saat ini belum bisa dilayani.

“Jadi memang permasalahan ini belum selesai, sehingga pelayanan terhadap peserta BPJS Kesehatan belum bisa dilakukan selama belum ada penandatanganan kontrak kerjasama,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya pun Kamis (16/1/2020) dipanggil langsung oleh Gubernur Sulut untuk duduk bersama dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terkait masalah ini.

“Besok (Kamis) kami akan rapat bersama Gubernur yang difasilitasi oleh Anggota DPRD Sulut Bapak Wenny Lumentut bersama Dinas Kesehatan Provinsi,” jelasnya.

Dia pun berharap, akan ada solusi terbaik pada pertemuan tersebut.

“Tentunya kami akan terus berupaya agar Rumah Sakit Gunung Maria bisa kembali bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan masyarakat bisa kembali mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Bantu cegah virus corona, UNSRAT produksi masker APD dengan printer 3D

Unsrat juga memproduksi hand sanitizer dan tong cuci tangan.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado tidak tinggal diam saat pandemi covid-19 ini. Berbagai upaya diambil oleh UNSRAT untuk turut serta mencegah penularan virus corona.

Salah satunya dengan memproduksi berbagai barang kebutuhan baik yang diperlukan oleh tenaga medis maupun yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Deputi Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat Gustaf Mamangkey mengatakan kepada Zonautara.com bahwa salah satu yang sedang diproduksi oleh UNSRAT adalah produk masker untuk alat pelindung diri (APD).

“Masker untuk APD ini dibuat dengan bantuan printer 3D dan diproduksi oleh Tim Fakultas Teknik,” jelas Gustaf, Jumat (3/4/2020).

Adapun material masker dibuat dari bahan kaca untuk menghindari pancaran butir ludah secara langsung.

Selain masker untuk APD, Fakultas Teknik juga memproduksi tong cuci tangan dengan memperhitungkan kontaminasi pengguna.

Masker untuk APD yang diproduksi oleh Fakultas Teknik UNSRAT.

“Jadi tong cuci tangan itu kerannya dioperasikan dengan kaki, sehingga tak ada kontaminasi dengan tangan pengguna,” jelas Gustaf.

Tak mau ketinggalan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, juga memproduksi hand sanitizer.

Sementara itu Fakultas Kesehatan Masyarakat telah membentuk tim konsultasi online sekitar pandemik covid-19.

“Masyarakat luas dapat menghubungi nomor telepon yang ada, untuk berkonsultasi dengan tim UNSRAT,” kata Gustaf.

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com