Connect with us

HEADLINE

Korban meninggal virus corona melonjak, sudah 1363 orang

Di Tomohon orang tetap makan daging paniki dan ular.

Bagikan !

Published

on

Pembeli tetap meminati daging kelelawar di Pasar Tomohon, Rabu (12/2/2020) - Foto: Zonautara.com/Bios Lariwu

ZONAUTARA.COM – Korban meninggal dunia akibat terjangkiti virus corona melonjak tajam menjadi 1.363 orang. Data itu terdisplay di laman Coronavirus COVID-19 Global Cases yang diakses Kamis (13/2/202) pukul 08.30 WITA.

Beberapa jam sebelumnya, data yang disajikan oleh beberapa lembaga dunia itu, termasuk World Health Organization (WHO) mengkonfirmasi yang meninggal dunia baru pada angka 1.115 orang.

Grafik pasien yang positif terinfeksi naik dengan sangat tajam dibanding sehari sebelumnya. Hingga berita ini diturunkan, sudah terkonfirmasi ada 60.096 orang yang terinfeksi.

Grafik orang terpapar virus corona diakses pada Kamis (13/2/202) pukul 08.30 WITA (Sumber: laman Coronavirus COVID-19 Global Cases)

Meski begitu, pasien yang sembuh juga terus naik menjadi 5.906 orang. Seorang pasien di Kanada dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona pada Rabu kemarin. Dua pasien yang didiagnosa terinfeksi virus corona di Prancis juga dinyatakan sembuh. Keduanya kemudian diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit Bischat, Paris.

Walau angka korban meninggal terus naik, namun WHO menyatakan ada kecenderungan orang yang terjangkiti di China yang merupakan sumber virus tersebut menurun.

Seperti dilansir CNN, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, kemarin jumlah korban meninggal akibat virus corona di China menurun dalam sepekan terakhir, tetapi harus tetap diwaspadai.

Tak takut makan paniki

Sementara itu, beberapa warga Tomohon yang ditemui Zonautara.com menyatakan tak takut mengonsumsi daging kelelawar dan ular. Mereka tetap saja berbelanja di Pasar Beriman Tomohon.

Demikian pula dengan pedagang daging di Pasar Tomohon yang dikenal sebagai pasar ekstrem karena menjual berbagai daging satwa eksotis. Walau mengakui adanya penurunan permintaan daging kelelawar (paniki) dan ular, namun setiap hari tetap saja ada yang pembeli.

“Orang di sini tidak takut, sebab mereka memasak dengan sangat baik daging paniki dengan ular,” ujar Michael, salah pedagang, saat ditemui Rabu (12/2).

Kondisi penyebaran dan korban virus corona per Kamis (13/2/2020) pagi. (Sumber: laman Coronavirus COVID-19 Global Casses)

Sebagaimana yang diduga, daging kelelawar dan ular menjadi penyebab penyebaran virus corona yang kini diberi nama COVID-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

HEADLINE

Sudah 2000 orang meninggal karena virus corona

Ada 1300 petugas medis yang terinfeksi, ratusan dalam kondisi kritis.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM– Wabah virus corona masih terus berlanjut. Hingga Rabu, 19 Februari 2020, pukul 09.00 WITA, website Coronavirus COVID-19 Global Cases menampilkan grafik yang terus meningkat.

Tercatat sudah ada 75.176 orang dari seluruh dunia yang terjangkit virus dengan nama resmi COVID-19 ini. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi meninggal dunia ada sebanyak 2.008 orang. Pasien yang sembuh juga terus meningkat, telah mencapai 14.417 orang.

China masih menjadi negara terbanyak korban virus corona. Di provinsi Hubei saja, ada 1.921 orang meninggal. Hubei merupakan wilayah pertama kali COVID-19 mewabah, tepatnya di Wuhan.

Dari 75 ribu lebih orang terjangkit itu, sebanyak 74.163 orang berada di daratan China. Sisanya tersebar di berbagai belahan dunia.

Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi ada tiga warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit. Ketiga orang ini merupakan bagian dari 78 kru WNI yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess, yang sebelumnya dikarantina.

1.300 petugas medis terinfeksi

Otoritas kesehatan China telah mengumumkan resiko yang diterima petugas medis yang bekerja menangani pasien virus corona. Ada sebanyak 1.303 petugas medis telah didiagnosa atau diduga menderita penyakit ini.

Salah satu petugas medis yang menjadi korban adalah Liu Zhiming. Dia adalah kepala Rumah Sakit Wuchang di Wuhan, pusat wabah di China Tengah. Liu meninggal pada usia 50 tahun.

Liu telah didiagnosa sejak akhir Januari dan berada dalam kondisi kritis selama berhari-hari. Kematian Liu merupakan kasus kedua setelah petugas medis sebelumnya seorang perawat Liu Fan berusia 59 tahun meninggal pada Jumat pekan lalu.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC), ada sebanyak 1.080 petugas medis dari 1.303 yang terinfeksi itu berada di Wuhan, dan 191 orang diantaranya berada dalam kondisi parah atau kritis.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com