Ibadah Natal di semua Gereja Kotamobagu hanya dihadiri 50 persen kapasitas jemaat

  • Share
Natal di Kotamobagu
Pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Imanual Kelurahan Sinindian dengan protokol kesehatan yang ketat. (Foto: Rensa Bambuena- Kronik Totabuan)

KOTAMOBAGU, ZONAUTARA.com – Anjuran pemerintah agar ibadah Natal di gereja yang ada Kota Kotamobagu hanya dihadiri 50 persen jemaat, dipatuhi semua pengurus gereja.

Di gereja pusat GMIBM Kotamobagu, hanya sebagian kursi diisi. Sisanya, jemaat mengikuti ibadah secara live streaming dari rumah.

Di gereja Imanuel Kelurahan Sinindian, Gereja GMIBM Tumobui dan Gereja Advent di Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, juga demikian.

Di Gereja Katolik Kristus Raja Kotamobagu juga seperti itu. Bahkan di gereja ini sejak awal sudah ditetapkan siapa saja yang bisa hadir di gereja mulai Misa Natal sampai Ibadah Natal, Jumat (25/12/2020).

Baca Pula:  Orang tua, tetap jaga kesehatan mental anda selama pandemi

Jika biasanya jemaat yang beribadah di gereja ini 400-500 orang, tetapi sejak Misa Natal sampai hari ini hanya 150 orang yang bisa hadir langsung.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan sangat ketat diterapkan di gereja-gereja. Jemaat yang datang semua menggunakan masker, mencuci tangan, diukur suhu tubuh, jarak diatur, serta tidak diperkenankan berjabat tangan dan berpelukan dengan jemaat lainnya.

Ferdinan Kolibu, Staf Sekretariat Paroki Kristus Raja Kotamobagu mengatakan, jemaat yang tidak ke gereja sejak Misa Malam Natal sampai hari ini, mereka mengikuti melalui live streaming dari rumah.

“Sejak awal pandemi kita sudah terapkan ibadah terbatas di gereja dan jemaat lain mengikuti dari rumah,” ungkap Ferdinan.

Baca Pula:  Bangkai paus terdampar di pantai Batu Pinagut Bolmut

Terpisah, Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) Pdt Christina Noula Raintama M.Th mengatakan, meski terbatas yang mengikuti ibadah Natal di gereja, tetapi tidak mengurangi makna dan kekhusyukan ibadah tersebut.

“Saya juga anjurkan umat supaya setelah ini, tidak ada melakukan perayaan berlebihan sehingga mengundang kerumunan. Kita bantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19,” ucapnya.

Pelaksanaan ibadah Natal di semua gereja mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan gabungan TNI, Polri, Satpol PP, serta sejumlah ormas Islam.

Penulis: Rensa Bambuena/Kronik Totabuan



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com