Seorang perempuan terlihat membaca buku setelah semalaman menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol, di dekat gedung Mahkamah Konstitusi di Seoul, Korea Selatan, pada 4 April 2025.
Pada hari Jumat, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan secara bulat memutuskan untuk memberhentikan Presiden Yoon dari jabatannya. Keputusan ini mengesahkan pemakzulan yang sebelumnya diajukan oleh parlemen, menyusul tindakannya memberlakukan darurat militer—yang memicu krisis politik terbesar di negara itu dalam beberapa dekade terakhir.
Putusan ini sekaligus mengakhiri berbulan-bulan ketidakstabilan politik yang membayangi pemerintahan, di tengah perlambatan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia, serta dalam upaya menjalin hubungan strategis dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
📷: Kim Hong Ji/REUTERS
Seorang perempuan terlihat membaca buku setelah semalaman menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol, di dekat gedung Mahkamah Konstitusi di Seoul, Korea Selatan, pada 4 April 2025.
Pada hari Jumat, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan secara bulat memutuskan untuk memberhentikan Presiden Yoon dari jabatannya. Keputusan ini mengesahkan pemakzulan yang sebelumnya diajukan oleh parlemen, menyusul tindakannya memberlakukan darurat militer—yang memicu krisis politik terbesar di negara itu dalam beberapa dekade terakhir.
Putusan ini sekaligus mengakhiri berbulan-bulan ketidakstabilan politik yang membayangi pemerintahan, di tengah perlambatan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia, serta dalam upaya menjalin hubungan strategis dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
📷: Kim Hong Ji/REUTERS
...
Gak semua pelajaran datang dari sekolah. Kadang, kalimat paling nempel justru datang dari ibu. Mental support system paling kuat emang ibu.
Video: yellisna_zalukhu
#ibu #supportsystem
Gak semua pelajaran datang dari sekolah. Kadang, kalimat paling nempel justru datang dari ibu. Mental support system paling kuat emang ibu.
Video: yellisna_zalukhu
#ibu #supportsystem
...
Kompak banget! Ibu-ibu ini datang ke pesta dengan outfit serba kuning. Kayak bunga matahari yang lagi lapar, langsung sikat prasmanan.🔥😊
#bungamatahari
Kompak banget! Ibu-ibu ini datang ke pesta dengan outfit serba kuning. Kayak bunga matahari yang lagi lapar, langsung sikat prasmanan.🔥😊
#bungamatahari
...
Di bawah lapangan sepak bola di sebuah kawasan di Vienna atau Wina, Austria yang terletak di tepi Sungai Danube, para arkeolog menemukan kuburan atau makam massal dari era ketika Kekaisaran Romawi saat berperang melawan suku-suku Jermanik sekitar 2.000 tahun yang lalu. demikian yang diumumkan oleh para ahli pekan ini.
Makam tersebut ditemukan pada Oktober 2024 oleh sebuah perusahaan konstruksi yang sedang merenovasi lapangan di distrik Simmering, Vienna. Tim arkeolog dan sejarawan dari Vienna Museum mengungkapkan temuan ini, menyebutnya sebagai penemuan luar biasa yang terkait dengan peristiwa militer “katastrofik”, kemungkinan saat pasukan Romawi mengalami kekalahan besar dan melarikan diri.
Penanggalan radiokarbon menunjukkan tulang-tulang tersebut berasal dari sekitar tahun 80 hingga 234 Masehi—periode ketika lebih dari selusin kaisar Romawi berkuasa, termasuk Domitianus dan Trajanus, yang bentrok dengan suku-suku Jermanik kuno di wilayah tersebut. Analisis terhadap benda-benda lain yang ditemukan di makam, seperti belati besi, mata tombak, baju zirah, dan bagian pipi helm, membantu memastikan periode waktu tersebut.
Di dekat kaki salah satu kerangka, para arkeolog juga menemukan paku sepatu yang berasal dari caligae, sepatu militer khas Romawi.
Para ahli menyatakan bahwa penemuan sisa-sisa kerangka seperti ini sangat langka, sebagian karena bangsa Romawi kuno hampir selalu melakukan kremasi hingga abad ketiga Masehi.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2025/04/05/kuburan-massal-kekaisaran-romawi-ditemukan-di-bawah-lapangan-sepak-bola-di-vienna/
#romawi
#arkeologi
Di bawah lapangan sepak bola di sebuah kawasan di Vienna atau Wina, Austria yang terletak di tepi Sungai Danube, para arkeolog menemukan kuburan atau makam massal dari era ketika Kekaisaran Romawi saat berperang melawan suku-suku Jermanik sekitar 2.000 tahun yang lalu. demikian yang diumumkan oleh para ahli pekan ini.
Makam tersebut ditemukan pada Oktober 2024 oleh sebuah perusahaan konstruksi yang sedang merenovasi lapangan di distrik Simmering, Vienna. Tim arkeolog dan sejarawan dari Vienna Museum mengungkapkan temuan ini, menyebutnya sebagai penemuan luar biasa yang terkait dengan peristiwa militer “katastrofik”, kemungkinan saat pasukan Romawi mengalami kekalahan besar dan melarikan diri.
Penanggalan radiokarbon menunjukkan tulang-tulang tersebut berasal dari sekitar tahun 80 hingga 234 Masehi—periode ketika lebih dari selusin kaisar Romawi berkuasa, termasuk Domitianus dan Trajanus, yang bentrok dengan suku-suku Jermanik kuno di wilayah tersebut. Analisis terhadap benda-benda lain yang ditemukan di makam, seperti belati besi, mata tombak, baju zirah, dan bagian pipi helm, membantu memastikan periode waktu tersebut.
Di dekat kaki salah satu kerangka, para arkeolog juga menemukan paku sepatu yang berasal dari caligae, sepatu militer khas Romawi.
Para ahli menyatakan bahwa penemuan sisa-sisa kerangka seperti ini sangat langka, sebagian karena bangsa Romawi kuno hampir selalu melakukan kremasi hingga abad ketiga Masehi.
Selengkapnya baca di: https://zonautara.com/2025/04/05/kuburan-massal-kekaisaran-romawi-ditemukan-di-bawah-lapangan-sepak-bola-di-vienna/
#romawi
#arkeologi
...
Sign in to your account