Hujan seharian, sejumlah titik di Manado tergenang air dan tanah longsor, 3 meninggal

2 mins read
bencana manado
Proses evakuasi korban longsor. (Foto: RAPI Manado)

ZONAUTARA.com – Hujan terus mengguyur Kota Manado dan sekitarnya. Hujan dengan intesitas sedang hingga lebat nyaris turun selama 24 jam, sejak Jumat (15/1/2021) hingga Sabtu sore (16/1/2021).

Akibat hujan yang terus turun tersebut, sejumlah wilayah di Manado mulai dikepung banjir, baik dari luapan drainase, luapan sungai maupun debit air yang sangat tinggi.,

Beberapa ruas jalan di Kota Manado juga ikut terendam air, sehingga menyulitkan kenderaan lewat dan menghambat pergerakan mobilitas warga.

Dari pantauan, air sudah mengenangi daerah Soputan di Tuminting, Bailang, seputaran Lapangan Tikala, daerah Tugu Boboca Malalayang dan sejumlah daerah lainnya.

Longsor dilaporkan terjadi di Perkamil Lingkungan 5, Kecamataan Paal 2 yang menyebabkan 4 orang terjebak di dalam rumah. Longsor juga menyebabkan akses jalan di Sea tertutup.

Tiga korban dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian itu.

Jalan keluar dari Manado menuju ke jalur Trans Sulawesi juga tertutup material longsor di daerah Mokupa. Tadi siang, jalan menuju ke arah Tomohon juga sempat terhalang dengan pohon yang tumbang.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih terus turun di sejumlah wilayah di Manado.

Cuaca ekstrem

Dilansir laman Facebook BMKG Sulawesi Utara, hujan sedang hingga Lebat yang disertai petir dan angin kencang masih terjadi beberapa wilayah hingga pukul 15:00 WITA. Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 18:00 WITA.

Adapun daerah Sulut yang dilanda cuaca ekstrem antara lain

Manado (Seluruh Wilayah)
Bitung (Seluruh Wilayah)
Minahasa Utara (Seluruh Wilayah)
Tomohon (Seluruh Wilayah)
Minahasa (Seluruh Wilayah)
Minahasa Selatan (Seluruh Wilayah)
Minahasa Tenggara (Seluruh Wilayah)
Kep. Sitaro (Seluruh Wilayah)


Serta dapat meluas ke wilayah:
Bolmong Timur (Bag. Timur)
Bolmong (Bag. Utara)
Bolmong Timur (Bag. Utara)
Kotamobagu (Seluruh Wilayah).

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Miming Saepudin memaparkan, penyebab curah hujan tinggi di Indonesia saat ini karena adanya fenomena monsun Asia musim dingin.

Ia menjelaskan, fenomena ini berlangsung aktif selama periode Januari hingga Februari 2021.

Sebelumnya, BMKG telah menyampaikan bahwa puncak musim hujan 2020/2021 di wilayah Indonesia diprediksikan berlangsung antara Januari-Februari 2021.

Sehingga saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami periode puncak musim hujan.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com