Posisi perempuan dalam upaya eliminasi tuberkulosis

1 min read
perempuan menolong
Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.com – Perempuan sebagai penyembuh. Kalimat tersebut sepertinya bukan hanya bisa disematkan pada para tenaga kesehatan perempuan, tetapi juga pada semua perempuan di dunia ini.

Secara umum, kesabaran dan daya tahan perempuan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan untuk mengatur sistem di dalam rumah tangga, bisa menjadi kunci utama dalam melakukan pendekatan perubahan sikap bagi para penderita tuberkulosis atau TBC.

Baca Pula:  Berhenti membuang sisa makanan untuk atasi kerawanan pangan

Posisi Indonesia yang menempati urutan kedua di dunia dengan kasus TBC aktif terbanyak, menjadi momok tersendiri dalam masyarakat. Terutama soal risiko penjangkitan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis ini, membuat penderita TBC hingga sekarang masih sangat lekat dengan stigma.

Ketakutan terhadap stigma negatif di lingkungan masyarakat membuat penderita TBC cenderung tertutup sehingga sangat sulit didampingi agar bisa mengakses layanan kesehatan. Pada kondisi seperti ini sangat dibutuhkan peran perempuan terdekat.

Baca Pula:  Mengenal penyakit TBC

Selengkapnya baca di TentangPuan.com


KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com