Mengapa saat patah hati, kepala jadi sakit?

Masalah lain dapat terjadi, seperti kram perut, diare, masalah tidur hingga kehilangan nafsu makan.

Media Sindikasi
Penulis: Media Sindikasi
Young alone girl feeling sad (Ilustrasi dari Freepik.com)

ZONAUTARA.com – Patah hati adalah hal yang lumrah terjadi dalam hidup ini. Hampir semua manusia pernah merasakan patah hati. Patah hati bisa disebabkan berbagai faktor. Dikhianati teman, ditinggalkan orang terkasih atau apa saja yang membuat suasana hatimu berubah menjadi buruk.

Suasana hati yang tidak menentu membuat dirimu bahkan bisa menangis hingga berhari-hari. Bisa tidak tidur, atau kehilangan nafsu makan. Semua kondisi ini ternyata bisa dijelaskan dari sudut pandang ilmiah.

Ketika kita jatuh cinta, otak mengeluarkan hormon kebahagiaan, seperti dopamin dan oksitosin. Namun, ketika patah hati, otak mengeluarkan hormon yang berbeda, yaitu cortisol dan epinephrine. Apa efek dari hormon-hormon tersebut?

Terlalu banyak cortisol dapat menyebabkan otot membengkak, sakit kepala, leher kaku dan dada sesak, terang laman Hey Sigmund. Selain itu, masalah lain dapat terjadi, seperti kram perut, diare, masalah tidur hingga kehilangan nafsu makan.

Selengkapnya baca di Tentangpuan.com




TAGGED:
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com