Beberapa kota di Asia diprediksi akan tenggelam, termasuk Jakarta?

  • Share
Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.COM – Greenpeace Asia Timur dalam laporannya memaparkan risiko banjir dan perubahan iklim di tujuh kota regional. Pada tahun 2030 sebanyak 15 juta orang akan terdampak kenaikan permukaan laut dan banjir.

Tak terkecuali Asia, perubahan iklim dan naiknya permukaan laut akan berdampak pada jutaan orang yang tinggal di dataran rendah dan yang letaknya dekat dengan laut, salah satunya Jakarta.

Prediksi bahwa Jakarta suatu saat akan tenggelam sudah banyak dibahas dan diperbincangkan. Namun, laporan tersebut menyebutkan bahwa yang paling beresiko terkena dampak kenaikan permukaan laut dan banjir adalah Bangkok.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Greenpeace, jika banjir terjadi di 10 tahun lagi atau saat level permukaan laut berada di tahun 2030, maka diperkirakan warga Thailand yang terdampak melebihi dari 10 juta orang.

Bencana ini akan membahayakan 96% dari PDB kota tersebut (lebih dari USD 500 miliar).

Dikutip dari Science The Wire, dilihat Sabtu (30/7/2021) risiko ekonomi juga tercatat tinggi di ibu kota Filipina, Manila, di mana 87% dari PDB (USD 39,2 miliar) dan sekitar 1,5 juta orang akan terdampak pada tahun 2030 saat terjadi peristiwa semacam itu.

Baca Pula:  Manipulasi otak untuk mengurangi keinginan makan berlebihan

Seperti di Jakarta, pengambilan air tanah yang berlebihan di Manila menyebabkannya tenggelam 10 cm setiap tahun, menurut angka yang dikutip oleh Greenpeace. Penurunan muka tanah maksimum Jakarta ditetapkan sebanyak 25 cm per tahun. Angka ini membuat Jakarta diberi “gelar” kota yang paling cepat tenggelam di dunia.

Namun, masalah ini terkonsentrasi di pantai utara Jakarta. Jika terjadi banjir sepuluh tahunan pada tahun 2030, hanya 17% kota Jakarta yang bisa mengalami banjir. Dibandingkan dengan Bangkok dan Manila, wilayah yang mengalami banjir nantinya masih berupa petak besar.

Masalah di Jakarta diperkirakan akan berdampak pada 1,8 juta orang, menyebabkan potensi kerugian PDB sebesar 18% (USD 68,2 miliar). Pemerintah Indonesia telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk memindahkan ibu kota negara ke lokasi yang dibangun khusus di wilayah Kalimantan Timur di pulau Kalimantan.

Baca Pula:  Sebuah studi mengatakan uang dapat membeli kebahagiaan. Benarkah?

Sementara para pejabat telah menyebutkan keinginan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi negara dengan lebih baik sebagai alasan, para pengamat percaya masalah lingkungan juga berperan.

Dari kota-kota Asia Timur dalam laporan itu, Taipei dan Tokyo diperkirakan paling berisiko. Sebesar 24% dari PDB Taipei dapat hilang kurang dari sepuluh tahun ke depan, karena banyak lokasi yang dekat dengan Sungai Tamsui akan menghadapi risiko banjir besar. Sebanyak 830 ribu orang dapat terkena dampak di Tokyo yang berpenduduk padat meskipun hanya 4% kota yang akan terendam banjir berdasarkan prediksi skenario yang diberikan.

Sebagai catatan, laporan ini tidak memperhitungkan dampak tanggul atau tanggul laut yang telah atau akan dibangun beberapa kota hingga tahun 2030, yang dapat meminimalkan risiko banjir.

Sedangkan di Tokyo dan Jakarta, kini tengah dibangun struktur bangunan-bangunan yang dapat meminimalisir risiko banjir tersebut. Sayangnya, data tersebut tidak dimasukkan dalam penyusunan laporan.

  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com