ZONAUTARA.COM – Sejumlah 5 tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dua hari terakhir ditangkap oleh pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Sehingga, saat ini sebanyak 53 orang terduga teroris telah diamankan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan serangkaian aksi yang dilakukan pada pekan lalu di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menerangkan kepada wartawan, Kamis (19/8), 5 tersangka teroris ditangkap pada Senin (16/8) dan Selasa (17/8).

“(Kelima teroris tersebut) kelompok JI,” tambahnya.

Dia menjelaskan, tersangka teroris itu ditangkap di wilayah Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sumatera Utara (Sumut), dan Maluku.

Semula, kata dia, Densus 88 menangkap tersangka berinisial CA dan AF di Jawa Timur pada Senin (16/8). Kemudian, terduga teroris berinisial SAT juga ditangkap oleh polisi di Sumsel pada hari yang sama.

Keesokan harinya, polisi meringkus tersangka berinisial AMR di Sumut. Kemudian, NW ditangkap di Maluku.

Sebagai informasi, penangkapan teroris secara masif telah dilakukan oleh polisi sejak Kamis (12/8) pekan lalu. Setidaknya ada 11 wilayah yang menjadi lokasi penangkapan. Yakni, yakni; Sumatera Utara (Sumut), Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim).

Lalu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Maluku, Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun demikian, operasi tersebut diklaim Polri tak berkaitan dengan peringatan kemerdekaan ke-76 RI pada Selasa (17/8) lalu.

“Tidak melihat waktu-waktu tertentu. Tetapi terus bertugas dan berupaya secara optimal agar dapat menciptakan rasa aman tentram dan damai di tengah masyarakat,” kata Ramadhan, Senin (16/8).

Dalam rangka upaya pencegahan terhadap aktvitas terorisme, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan sejumlah penindakan tegas.