Dalam menjalankan kehidupan, kita semua pasti dituntut untuk memilih sesuatu dengan bijaksana. Kita dituntut untuk dapat membuat keputusan yang adil, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, orang yang bijak dapat menempatkan diri dan tetap bisa mengendalikan diri di segala suasana dan kondisi yang menimpanya.

Menjadi bijaksana juga tak hanya menguntungkan dan membawa kebaikan bagi diri sendiri, namun juga bagi orang lain yang dilibatkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam skala yang lebih besar, kebijaksanaan dapat menciptakan perdamaian di tengah masyarakat.

Lalu, bagaimana cara menjadi seseorang yang bijaksana, ada tiga kunci utama yang perlu anda perhatikan.

  • Mempertimbangkan banyak perspektif

Anda dan orang lain mungkin sama-sama sedang melihat gajah. Namun jika anda sedang melihat ekornya, dan orang lain sedang melihat belalainya, maka keduanya tak akan bisa bertemu, seberapa kerasa anda menjelaskan ciri-cirinya.

Begitulah bagaimana kita seharusnya melihat banyak perspektif. Pahami apa yang dilihat oleh diri anda sendiri dan pahami juga apa yang sedang dilihat oleh orang lain. Tempatkan kaki anda di sepatu mereka. Bagaimana jika anda yang memandang dengan cara demikian? Bagaimana jika anda yang terlibat dalam permasalahan?

Dengan melihat banyak perspektif, anda akan mengerti bagaimana keputusan bisa diambil orang lain. Ketika anda lebih mengerti, maka anda bisa membuat keputusan yang lebih relevan dari suatu permasalahan atau perdebatan.

  • Mengakui bahwa pengetahuan kita terbatas

Di dunia ini, pasti ada banyak hal-hal yang tak kita ketahui. Bahkan ketika kita mengambil bidang keilmuan tertentu, kita hanya menguasai satu bidang saja. Banyak aspek yang tak henti-hentinya untuk bisa kita pelajari setiap harinya.

Menjadi tidak tahu bukanlah masalah. Mengakui ketidaktahuan adalah sesuatu yang baik, bukan menunjukkan kelemahan. Ketika anda sedang berdiskusi dengan orang lain, terimalah pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki oleh orang lain. Tidak perlu merasa paling tahu di dalam ruangan. Hal itu malah akan menjadi boomerang untuk diri sendiri.

  • Melihat kemungkinan dan perubahan

Bagaimana suatu hal di depan sana, tak pernah bisa kita pastikan. Yang bisa kita lakukan hanya memproyeksikan, namun berhasil atau tidaknya, tak pernah ada yang tahu. Anda harus terbuka dengan banyak kemungkinan di depan. Tak perlu menutup diri.

Selain itu, perubahan juga kadang kala dibutuhkan untuk hasil yang lebih baik. Seseorang dapat bertumbuh, apa yang menjadi prinsip kita saat ini bisa jadi berubah di masa depan, akibat bertambahnya pengetahuan yang kita miliki. Tak masalah ketika kita berubah, yang terpenting adalah berubah ke arah yang lebih baik.