ZONAUTARA.com — Indonesia kembali kedatangan dosis vaksin tahap ke-47. Kali ini berasal dari Amerika Serikat, yakni vaksin Pfizer, sebanyak 1.195.740 dosis, yang tiba di Indonesia pada Kamis (02/09/2021), pukul 09.45 WIB.

Kedatangan ini merupakan tahap kedua dari jenis vaksin Pfizer. Selanjutnya, vaksin-vaksin tersebut akan dialokasikan untuk program vaksinasi nasional.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam acara daring, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden menyebutkan, vaksin kali ini datang dalam bentuk jadi, hampir sebanyak dua juta dosis.

“Kira-kira, jumlah persisnya adalah 1.195.740 dosis vaksin,” jelas Dante, Kamis (02/09/2021).

Dante menyebut, Indonesia memiliki komitmen untuk mendatangkan total sekitar 54,6 juta dosis vaksin Pfizer, untuk digunakan dalam program vaksinasi nasional. Vaksin Pfizer menyasar kategori kelompok usia di atas 12 tahun, penderita autoimun, dan juga ibu hamil.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya menyebut, efikasi alias kemanjuran vaksin Pfizer pada kelompok usia remaja 12-15 tahun sebesar 100 persen. Sementara, untuk usia 16 tahun ke atas efikasinya sebesar 95,5 persen.

Dengan tibanya vaksin hari ini, maka Indonesia sudah mendatangkan sebanyak 219.715.500 dosis vaksin Covid-19, dengan rincian 153.900.280 vaksin bulk atau mentah dari Sinovac. Kemudian, 28 juta vaksin jadi, dari Sinovac, 18.225.140 dosis vaksin AstraZeneca, 8.250.000 vaksin Sinopharm, 8.000.160 dosis vaksin Moderna, dan 2.756.520 dosis vaksin Pfizer.

Pemerintah untuk sementara ini menetapkan lima merek vaksin, yakni, Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Novavax, yang nantinya akan dipakai dalam program vaksinasi nasional. Untuk vaksin Gotong Royong, merek vaksin yang akan dipakai adalah vaksin Sinopharm.

Secara keseluruhan, untuk sementara, Kementerian Kesehatan, per Rabu (01/09/2021), Pukul 21.00 WIB, mencatat, sebanyak 64.229.890 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Kemudian 36.454.433 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang, baru menyentuh 30,84 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama.

Hingga saat ini suntikan dosis sempurna atau sampai di tahap dua baru menyentuh angka 17,50 persen.