ZONAUTARA.com – Banyak sekali hal-hal unik yang terjadi pada tubuh kita. Apalagi kadang ia terjadi tanpa komando dan tiba-tiba membuat anda sulit untuk melakukan aktivitas. Salah satunya ketika tubuh anda mengalami kesemutan, terutama di bagian kaki.

Kesemutan memang meresahkan bagi kita semua. Selain datangnya yang tiba-tiba, rasa tajam seperti tertusuk jarum dan pin serta rasa terbakar, juga menjadi penyebab utama.

Bagaimana proses terjadinya kesemutan?

Zachary Gillen, seorang ahli fisiologi olahraga, mengatakan bahwa otak dan otot kita melakukan hal yang normal jika mereka sejalan. Sebelum menggerakkan otot, otak terlebih dahulu melakukan perintah agar si otot bergerak dengan benar.

Jika komunikasi dan sinyal yang dikirimkan oleh otak pada otot terganggu, maka hal aneh seperti kesemutan bisa saja terjadi. Secara teknis, kesemutan disebut juga dengan paresthesia.

Menurut Gillen, kesemutan bukan terjadi karena kurangnya aliran darah. Sebetulnya hal ini karena saraf yang menghubungkan otak dengan kaki tertekan karena anda duduk.

Tanpa anda sadari kesemutan hadir karena posisi duduk anda yang tak berubah setelah sekian lama, bukan? Terlebih lagi ia tertekan ketika kaki anda ditekuk. Ketika saraf kaki tertekan, maka otak tak bisa menyampaikan pesannya dengan baik. Apakah saraf yang tertekan itu bergerak atau tidak, sinyal terhalang.

Saat anda mulai kembali bergerak, tekanan tersebut dilepaskan, maka kesemutan akan menyergap kaki. Biasanya kesemutan tak berlangsung lama, hanya beberapa detik saja dan semua akan kembali normal.

Apakah kesemutan berbahaya?

Zachary Gillen, melalui The Conversation, melanjutkan bahwa kesemutan yang terjadi hanya beberapa menit saja tak perlu dikhawatirkan.

Tidak akan ada kerusakan permanen akibat kesemutan. Namun anda pasti tetap ingin menghindari kesemutan.

Agar tak etrus-menerus mengalami kesemutan, anda bisa sering-sering menggerakkan kaki anda. Jangan sampai ia diam saja dalam waktu yang lama dan tertekan. Tidak perlu panik jika kesemutan terjadi, ia akan hilang dalam waktu yang cepat. Tahan rasa tak nyaman itu dalam beberapa saat.

Kesemutan tak hanya terjadi di kaki, namun bisa jadi terjadi di tungkai, lengan, dan anggota tubuh lainnya yang lama terdiam dengan syaraf yang tertekan.

Kebanyakan kesemutan bersifat sementara. Namun, bisa jadi bersifat kronis. Kesemutan kronis jarang ditemukan satu dari banyaknya kemungkinan penyebab yang mendasari keberadaannya.