ZONAUTARA.com – Satelit merupakan benda-benda yang mengelilingi bumi. Bisa jadi berupa bulan, planet lain, atau mesin buatan manusia yang mengorbit mengelilingi suatu bintang atau planet. Kali ini yang akan dibahas adalah satelit yang mengelilingi bumi.

Secara umum, ada dua macam satelit yaitu satelit buatan dan satelit alami. Satelit alami berupa bulan atau planet lain. Sedangkan satelit buatan merupakan racikan manusia yang diorbitkan demi maksud tertentu seperti untuk keperluan komunikasi atau GPS.

Awal mula

Sputnik merupakan satelit buatan manusia pertama yang diluncurkan oleh Uni Soviet. Satelit inilah yang menginisiasi adanya satelit-satelit lainnya hingga saat ini. Sejak tahun 1957, manusia mulai banyak berinovasi tentang peluncuran satelit terus menerus.

Selama paruh kedua abad 20, pertumbuhan dalam peluncuran satelit terbilang stabil. Hingga awal 2010, sekitar 60 hingga 100 satelit diluncurkan tiap tahun.

1000 satelit dalam setahun

Peluncuran satleit mengalami pertumbuhan yang cepat. Tahun 2020 saja, 114 peluncuran telah membawa 1300 satelit ke luar angkasa. Dan hal ini menjadi rekor untuk pertama kalinya adanya satelit baru lebih dari 1000 dalam waktu satu tahun.

Alasan peluncuran satelit yang makin pesat ini karena berkembangnya teknologi pembuatan satelit yang makin mudah untuk diluncurkan. Alasan lainnya adalah karena saat ini, roket dapat membawa banyak satelit dengan lebih mudah dan murah.

Berkat revolusi elektronik, satelit menjadi lebih kecil dan bisa memiliki berat kurang dari 600 kilogram. Kebanyakan peluncuran satelit ini berfungsi untuk akses komunikasi internet yang belum merata di beberapa wilayah di dunia.

Jumlah satelit saat ini

Lalu berapakah jumlah satelit yang sedang mengitari bumi saat ini? Hingga 16 September 2021, telah dilaporkan bawah 1500 satelit baru telah mengelilingi bumi. Sangat banyak bukan?

Dikutip dari laman theconversation.com, Supriya Chakrabarti, seorang profesor fisika dan direktur Pusat Sains dan Teknologi Antariksa di Universitas Massachusetts, Lowell, mengatakan bahwa banyak satelit yang telah mati dan terbakar di atmosfer.

Dan ilmuan yang bertugas untuk melacak peluncuran satelit tak selalu melaporkan angka yang sama, namun perkiraan jumlahnya telah mencapai 7941 satelit yang mengelilingi bumi per 16 September 2021.

Langit menjadi makin sesak

Salah satu akibat dari banyak peluncuran satelit, membuat ruang di langit akan semakin sesak. Beberapa satelit bahkan akan menghalangi bintang-bintang.

Puing-puing satelit di luar angkasa ini juga dikhawatirkan akan mengganggu sensitivitas radio hingga 70% pada frekuensi tertentu. Kemungkinan tabrakan antar satelit juga bisa terjadi.

Proyeksi di masa depan

Peraturan baru nantinya akan diberlakukan untuk mengurangi jumlah satelit di luar angkasa. Saat ini, SpaceX telah menguji cara untuk menurunkan dampak dari konstelasi Starlink.

Begitu juga yang dilakukan oleh Amazon yang merencanakan pengorbitan satelit dalam 355 hari setelah misi selesai.