ZONAUTARA.COM — Pasca dipecat oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Novel Baswedan dan 56 pegawai lain mendirikan Indonesia Memanggil (IM57+) Institute.

Kini, IM57+ mendapat banyak tawaran untuk dibuatkan kantor dari beberapa koalisi masyarakat sipil maupun tokoh anti korupsi.

Ke depan, mereka akan melanjutkan kerja-kerja pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui IM57+ yang telah terbentuk.

Sejumlah lokasi yang ditawarkan untuk dibuatkan kantor diantaranya adalah Tebet, Kuningan, Menteng, dan Setiabudi.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan penyidik KPK, M. Praswad Nugraha, Senin (04/10/2021).

“Ada tawaran dari teman-teman koalisi, tokoh-tokoh antikorupsi, yang menawarkan kantor untuk IM57+ Institute,” ujar Praswad.

Praswad menuturkan, pihaknya sejak Sabtu kemarin hingga hari ini masih melakukan survei terhadap tempat-tempat yang ditawarkan tersebut. Secara paralel, terang dia, ada juga tim yang sedang menyiapkan pelatihan antikorupsi dengan melibatkan penyuluh antikorupsi.

“Kita lagi persiapkan beberapa laporan penelitian juga. Ada tim riset yang mulai bekerja,” kata mantan penyidik yang sempat menangani kasus korupsi bansos Covid-19 ini.

Adapun institusi itu menjadi wadah bagi 58 mantan pegawai KPK untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi melalui kerja-kerja pengawalan, kajian, strategi, dan pendidikan antikorupsi.

IM57+ Institute memiliki Executive Board yang terdiri dari Hery Muryanto (eks Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi), Sujanarko (eks Direktur PJKAKI), Novel Baswedan (eks penyidik), Giri Suprapdiono (eks Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi), dan Chandra SR (Eks Kabiro SDM).

Selain itu, juga terdapat Investigation Board yang terdiri dari para penyidik dan penyelidik senior, Law and Strategic Research Board yang beranggotakan ahli hukum dan peneliti senior.

Ada juga Education and Training Board yang di dalamnya terdapat jajaran ahli pendidikan dan training antikorupsi.