ZONAUTARA.com — Hubungan erat antara manusia dan anjing ternyata tak hanya terjalin baru-baru ini saja. Hubungan tersebut telah ada dari zaman purba. Ilmuwan melakukan studi yang melacak hubungan anjing dengan manusia melalui DNA mereka.

Dahulu, serigala lah yang menjadi sahabat manusia. Namun, seiring berjalannya waktu, serigala tersebut berevolusi menjadi anjing. Fosil anjing tertua ditemukan di Jerman yang berasal dari 15 ribu hingga 16 ribu tahun yang lalu.

Sisanya, cerita tentang keberadaan anjing ini masih misterius. Sebuah studi yang menghubungkan antara DNA manusia dengan anjing purba berjudul Origins and genetic legacy of prehistoric dogs, pelan-pelan menjawab semuanya.

Penelitian tersebut merupakan kolaborasi antara Institut Francis Crick Inggris dan Universitas Wina.

DNA dari anjing purba yang diteliti akan menunjukkan seberapa jauh sejarah hubungan antara manusia dan anjing. Data tersebut dapat mengetahui kapan hubungan mendalam antara anjing dan manusia dimulai.

Analisis DNA dilakukan pada lebih dari 2000 set fosil anjing. Beberapa di antaranya berusia 11000 tahun. DNA kuno tersebut didapatkan dari Siberia, Near East, dan Eropa. Para peneliti berhasil menambahkan 27 genom anjing yang baru diurutkan.

DNA anjing tersebut dibandingkan dengan genom 17 individu manusia yang hidup di rentang waktu yang sama untuk mengetahui pengaruh umum dan bagaimana mereka membangun hubungan.

Peneliti menemukan bahwa anjing dari seorang petani Swedia, adalah keturunan dari anjing dari Near East. Hal ini menunjukkan bahwa anjing telah mengikuti perkembangan pertanian manusia melalui Eropa. 7000 tahun yang lalu, petani Jerman datang dari Near East, namun, tanpa membawa anjing mereka.

Berdasarkan analisis tersebut, petani Jerman menemukan bahwa tepat setelah zaman Es, atau sekitar 11000 tahun yang lalu, sudah ada lima famili atau garis keturunan anjing yang berbeda.

Garis keturunan tersebut akhirnya makin berkembang melalui kawin silang dengan anjing lain atau kawin silang dengan sepupu liar serigala. Namun, dilihat dari perbandingan antara DNA anjing purba dan serigala, serigala mengambil DNA dari anjing, namun tidak berlaku sebaliknya.

Dari sini, dapat diketahui bahwa Eropa adalah tempat banyak anjing muncul. Meski saat ini banyak sekali jenis anjing yang ada, namun awalnya, secara genetis, mereka hanya berasal dari beberapa famili saja.

Ron Pinhasi, salah satu penulis dari Universitas Wina, mengungkapkan bahwa memahami bagaimana anjing muncul dan telah menemani manusia sejauh ini, dapat menambah pengetahuan kita tentang sejarah manusia.