ZONAUTARA.com — Pernahkah anda merasa seperti sedang merinding atau menggigil padahal suhu tidak sedang dingin? Hal ini ternyata memiliki fakta ilmiah.

Félix Schoeller dari Bar Ilan University menyatakan bahwa perasaan dingin dan merinding yang terjadi di tulang belakang seseorang, biasanya terjadi saat menonton film atau mendengarkan musik, berhubungan dengan peristiwa di mana kebutuhan vital koginisi telah terpenuhi.

Di sisi lain, ia pun menyatakan bahwa merinding atau menggigil tak hanya terkait dengan musik atau film, namun juga dengan praktik sains dan logika sosial dari ritual keagamaan.

Manusia yang sedang sakit atau kedinginan, akan menunjukkan tanda-tanda menggigil. Menggigil sendiri merupakan gerakan otot yang menghasilkan panas, dan memungkinkan tubuh mempertahankan suhu intinya. Suhu inti manusia berkisar antara 28 hingga 42 derajat Celsius.

Demam juga membuat manusia menggigil. Panas akan memperlambat laju pertumbuhan pathogen dan meningkatkan respons kekebalan tubuh yang hidup. Merinding dapat menjadi efek samping di sini, karena tremor otot akan menyebabkan rambut menjadi tegak dan meminimalkan keluarnya panas dari tubuh.

Terlepas dari dua peristiwa tersebut, manusia juga bisa menggigil atau merinding. Misalnya, ketika dihadapkan pada situasi yang memicunya.

Schoeller menjelaskan bahwa menusia rentan untuk merinding ketika satu kelompok memikirkan atau melakukan hal yang sama di waktu yang sama. Entah ketika mendengar lagu kebangsaan atau menonton film bersamaan.

Tak hanya ketika dihadapkan dalam siatuasi bersama sekelompok, manusia juga bisa merinding secara individu. Misalnya, ketika selesai menemukan solusi cerdik dalam pekerjaannya.

Pristiwa psikologis di atas dapat memicu respon fisiologis terkait dengan pengaturan suhu ini, memiliki tiga penyebab mendasarnya, yaitu fisiologis, fisik, dan biologis.

Penjelasan fisiologis pada kasus ini hanya terjadi ketika menggigil pada kasus demam, sedangkan, penjelasan fisik yang menghubungkan pelepasan panas saat menggigil dengan pemrosesan informasi di dalam otak.

Fisikawan Rolf Landauer, pada tahun 1961, menyatakan bahwa tiap penghapusan informasi akan disertai dengan pembuangan panas

Schoeller sendiri menjelaskan bahwa menggigil karena lingkungan sosial dan individu sendiri ada karena adanya kesamaan ukuran antara semua sinyal sensorik dan model mental yang tersedia.

Manusia dapat menggigil atau merinding ketika ia mampu memprediksi secara sempurna objek eksternal, atau ketika peristiwa yang dialami sangat mengejutkan dan tidak bisa diprediksi sama sekali.