ZONAUTARA.com – Anda mungkin berpikir bahwa lingkar perut hanya berpengaruh pada berat badan. Namun, tahukah anda bahwa lingkar perut juga berpengaruh pada demensia?

Pada tahun 2017, kematian di Inggris dikaitkan dengan demensia. Karena begitu besarnya pengaruh demensia ke seseorang, maka para peneliti dari University College London mencari tahu beberapa hubungan demensia dengan hal-hal lainnya.

Penyakit obesitas juga telah merambah ke banyak orang. Obesitas pada orang dewasa telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1975. Dan di tahun 2016, diperkirakan 39 persen orang dewasa di Inggris mengalami obesitas.

Kali ini, sebuah studi yang dipublikasikan dengan judul Higher risk of dementia in English older individuals who are overweight or obese memberi pemahaman tentang peran obesitas pada penurunan kognitif seseorang.

Obesitas nampaknya telah banyak dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan. Seperti diabetes, stroke, penyakit yang menyerang kardiovaskular, dan juga demensia.

Untuk mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dan demensia, peneliti mengambil data dari 6.582 peserta dari English Longitudinal Study of Ageing, sebuah studi yang sejauh ini telah berlangsung selama 18 tahun dan menampilkan lebih dari 18.000 sukarelawan.

Penelitian ini dilakukan pada orang dewasa dengan usia di atas 50 tahun. Mereka dibagi menjadi kelompok dengan berat badan normal, kelebihan berat badan, dan obesitas. Para peneliti mendefinisikan obesitas sentral berlebih sebagai 35+ inci untuk wanita dan 40+ inci untuk pria.

Hasilnya, 6.9 persen sukarelawan memiliki demensia selama periode maksimum 15 tahun. Sebanyak 74 persen peserta memiliki demensia dengan berat badan berlebih atau obesitas. Temuan ini tidak bergantung pada perilaku gaya hidup, demografi, diabeter, hipertensi, dan faktor risiko genetic.

Wanita dengan obesitas sentral yang berlebihan memiliki risiko 39 persen lebih besar terkena demensia dibandingkan dengan wanita obesitas non-sentral. Dari temuan itu, maka dapat disimpulkan bahwa meningkatnya tingkat obesitaspun akan menambah masalah demensia.

Peneliti memberi saran agar kita selalu memantau status Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh dan Waist Circumference (WC) atau lingkar pinggang. Termasuk diet mediterania, olahraga teratur, dan mengurangi konsumsi alkohol.