ZONAUTARA.COM – JIka anda diberi kesempatan untuk pergi ke suatu tempat di 100 tahun yang lalu, tempat mana yang akan anda pilih?

Para ilmuwan menyarankan bahwa jangan ke Maroko Sahara, karena tempat tersebut adalah tempat bagi penjelajah waktu tak akan bisa bertahan lama karena sangat berbahaya.

Keberadaan hewan buas

Ahli paleontologi dan anatomi Nizar Ibrahim dari University of Portsmouth di Inggris telah mengamati batuan kapur di tenggara Maroko. Formasi batuan yang dipetakannya bersama rekan-rekannya dikenal sebagai lapisan Kem Kem.

Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal ZooKeys dengan judul Geology and paleontology of the Upper Cretaceous Kem Kem Group of eastern Morocco. Penelitiannya mengungkapkan bahwa Sahara sangat berbeda dari yang kita kenal saat ini.

Di masa 100 juta tahun yang lalu, sungai besar mengalir melalui daerah tersebut. Dan daerah itu adalah rumah bagi beberapa Theropoda yang sangat besar, termasuk Carcharodontosaurus bertaring tajam, yang panjangnya lebih dari 8 meter.

Karnivora raksasa itu memiliki rahang yang besar dan kuat dengan gigi bergerigi yang panjang hingga delapan inci. Tak cukup sampai di situ, ada juga Deltadromeus yang dapat bergerak cepat, serta berbagai Pterosaurus berbadan besar.

Mangsa dari hewan menyeramkan itu juga sangat besar. Ikan yang hidup di sungai termasuk Lungfish dan Coelacanth prasejarah. Ada juga Onchopristis, hewan air tawar dengan gigi yang mematikan.

Penemuan banyak fosil hewan prasejarah

“Kem Kem Group” terdiri dari fosil-fosil yang berada di dekat perbatasan Maroko-Aljazair, di tepi barat laut Gurun Sahara. Fosil serupa juga telah ditemukan oleh peneliti lain di gurun barat Mesir, serta di Sahara utara dan tengah.

Fosil Therapoda juga ditemukan berukuran sangat besar. Beberapa peneliti berpendapat bahwa fosil-fosil itu berasal dari dua lingkungan yang berbeda dari dua periode yang berbeda.

Koleksi fosil Kem Kem telah berlangsung sejak tahun 1940-an. Beberapa fosil terdokumentasi dengan baik, dan beberapa memiliki asal yang tidak pasti. Hal ini menjadi PR tersendiri bagi peneliti untuk membangun gambaran situs yang kohesif dan akurat.