ZONAUTARA.com – Sudah lima hari berturut-turut sejak 29 Januari hingga 1 Februari, jumlah kenaikan harian kasus Covid-19 di Indonesia ada di atas 10 ribu kasus. Jika sebelumnya angka kasus harian Covid-19 dibawah 10 ribu, pada Selasa 1 Februari bahkan menyentuh angka 16.021 kasus terkonfirmasi positif.

Angka kasus positif Covid-19 ini mengalami tren kenaikan terutama dalam dua pekan terakhir di Januari 2022. Pada Desember 2021, angka kasus harian cenderung datar bahkan tidak sampai 1.000 kasus per hari.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa pe Selasa (1/2) total kasus Covid-19 yang sudah terdeteksi di Tanah Air sejak pertama kali mencapai 4.369.391 kasus.

Lonjakan kasus Covid-19 di dua pekan terakhir ini membuat pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk ketat memberlakukan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, bahwa ada dua faktor penting yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

Dua sebab lonjakan Covid-19

Menurut Nadia, dua penyebab utama lonjakan kasus Covid-19 saat ini, pertama karena meluasnya penularan varian Omicron. Banyak negara melaporkan lonjakan temuan orang yang tertular varian Omicron.

“Kemungkinan besar varian Omicron kalau melihat kecepatan peningkatan jumlah kasus,” ujar Nadia, Rabu (2/2) dikutip dari Kompas.com.

Nadia menyebut hingga Rabu pagi, kasus Omicron yang dilaporkan di Tanah Air sudah mencapai 2.980, yang terdiri dari pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 1.602 orang, orang lokal sebanyak 1.093, dan yang masih diverifikasi ada sebanyak 285 kasus.

Dari 2.980 kasus Omicron yang terdeteksi itu, sudah 1.100 pasien yang sembuh, dan yang meninggal dunia ada sejumlah lima orang.

Selain karena penularan varian Omicron yang cepat itu, lonjakan kasus Covid-19 juga disebabkan karena adanya peningkatan testing dan tracing.

“Iya, testing dan tracing yang tetap tinggi juga meningkatkan jumlah kasus yang dapat kita temukan,” jelas Nadia.

Upaya pemerintah

Menghadapi tren kenaikan kasus Covid-19 saat ini, pemerintah menurut Nadia melakukan upaya antisipasi dimulai dari hulu.

“Tetap meminta mengaktifkan satgas, melakukan testing dan tracing yang agresif untuk segera melokalisir kasus,” kata Nadia.

Pemerintah juga menurut Nadia, akan memastikan kesiapan dukungan telemedisin untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

Aplikasi Peduli Lindungi di tempat umum juga akan dioptimalkan.

“Penambahan atau konversi tempat perawatan isolasi dan ICU, penambahan oksigen, ventilator, dan kesiapan obat-obatan,” tambah Nadia.

Saat ini memang terjadi kenaikan positivity rate dalam seminggu terakhir yakni sebesar 3,65 persen.

Per 30 Januari 2022, jumlah prang yang dites sebanyak 5,75 per 1.000 penduduk dalam sepekan. Angka ini jauh diatas anjuran organisasi kesehatan dunia (WHO), yakni sebesar 1 per 1.000 penduduk per pekan.

Grafik perkembangan kasus Covid-19 sejak Desember 2021 dapat dilihat di sini. Grafik tersebut diupdate setiap malam.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id