bar-merah

Dunia Tetap Butuh Gas dalam Jangka Panjang

Menteri energi Qatar dan Uni Emirat Arab, Sabtu (14/1), meyakini dunia tetap akan membutuhkan gas alam dalam jangka panjang. Untuk itu, diperlukan lebih banyak investasi guna memastikan keamanan pasokan dan harga yang terjangkau selama transisi energi global.

Saad al-Kaabi, Menteri Energi Qatar, mengatakan kepada Atlantic Council Global Energy Summit bahwa musim dingin yang tidak terlalu dingin di Eropa telah membuat harga gas turun. Namun, volatilitas itu akan tetap “untuk beberapa waktu mendatang” karena tidak banyak gas yang masuk pasar hingga tahun 2025.

“Masalahnya adalah apa yang akan terjadi ketika mereka (Eropa) ingin mengisi kembali penyimpanan mereka tahun depan dan tahun depan,” katanya.

Tanker 'Hoegh Esperanza' di Wilhelmshaven, Jerman, 17 Desember 2022. (Foto: Michael Sohn via REUTERS)

Tanker ‘Hoegh Esperanza’ di Wilhelmshaven, Jerman, 17 Desember 2022. (Foto: Michael Sohn via REUTERS)

Kaabi kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Qatar, yang sedang berusaha untuk meningkatkan produksi gasnya, memiliki volume terbatas untuk diekspor ke Eropa yang tidak akan dialihkan, “tetapi ada batasan untuk apa yang dapat kami lakukan.”

Qatar adalah salah satu produsen gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. UEA adalah produsen minyak OPEC yang mempertajam fokusnya pada pasar gas karena Eropa berusaha untuk menggantikan impor energi Rusia setelah pemotongan pasokan sejak sanksi Barat dikenakan pada Moskow atas invasi ke Ukraina.

Menteri Qatar mengatakan dia percaya bahwa gas Rusia pada akhirnya akan kembali ke Eropa.

Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei, berbicara pada panel yang sama di Abu Dhabi, setuju bahwa “untuk jangka waktu yang sangat lama, gas akan dibutuhkan.” Dan ketika lebih banyak energi terbarukan akan digunakan, maka lebih banyak investasi dibutuhkan di bidang gas.

“Seluruh dunia perlu memikirkan sumber daya dan bagaimana memungkinkan perusahaan memproduksi lebih banyak gas agar tersedia dan terjangkau,” kata Mazrouei.

Kaabi mengatakan tidak adil jika sebagian negara Barat -dalam rangka meningkatkan pemanfaatan energi hijau- mengatakan negara-negara Afrika tidak boleh mengebor minyak dan gas, meskipun kegiatan itu penting bagi ekonomi mereka dan dunia membutuhkan lebih banyak pasokan. [ah]

Sumber



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat




Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia
Share This Article
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com