MSF Ingatkan Ancaman Kematian yang Tak Perlu di Rumah Sakit Gaza

Redaksi ZU
Penulis Redaksi ZU



Medecins sans frontiers (MSF) atau Dokter Tanpa Tapal Batas, Rabu (18/10), mengatakan bahwa orang-orang yang terluka parah di rumah sakit-rumah sakit Gaza, yang kewalahan menangani begitu banyak pasien, kemungkinan besar akan meninggal karena sistem medis yang “ambruk.”

Ketua organisasi bantuan tersebut di Paris, Isabelle Defourny, mengatakan salah seorang ahli bedah mereka di Gaza melaporkan bahwa ia mungkin harus melakukan amputasi dalam beberapa hari mendatang pada orang-orang yang telah ia operasi karena kegagalan dalam perawatan medis berarti anggota tubuh mereka tidak dapat diselamatkan.

“Tim dokter dan perawat yang dengan berani terus bekerja, tidak akan mampu menyelamatkan nyawa. Kami tidak bisa memberi layanan penyelamatan, memindahkan orang-orang, mendirikan rumah sakit kalau terus-menerus diserang. Itu tidak mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Israel menyatakan akan mengizinkan Mesir mengirim bantuan kemanusiaan dalam jumlah terbatas ke Jalur Gaza. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan itu disetujui pada Rabu berdasarkan permintaan dari Presiden Amerika Joe Biden yang sedang berkunjung.

Belum jelas kapan bantuan akan mulai mengalir. Penyeberangan Rafah di Mesir mempunyai kapasitas terbatas. Mesir mengatakan bahwa penyeberangan itu rusak akibat serangan udara Israel.

Israel telah memutus pasokan pangan, bahan bakar dan air ke Jalur Gaza setelah serangan Hamas. Para mediator sejauh ini kesulitan untuk memecahkan kebuntuan dalam penyediaan pasokan kepada warga sipil yang putus asa, organisasi-organisasi bantuan dan rumah sakit-rumah sakit.

Lebih dari 1.400 orang di Israel tewas, dan setidaknya 199 lainnya, termasuk anak-anak, ditangkap Hamas dan dibawa ke Gaza, menurut pihak berwenang Israel.

Perang yang dimulai pada 7 Oktober itu sejauh ini menjadi yang paling mematikan di antara lima perang di Gaza bagi kedua pihak. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan pada Rabu bahwa 3.478 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 12.000 orang terluka dalam 11 hari ini. [ka/lt]

Source link



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat




Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia
Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com