4 Tersangka Pembelot Korut Ditemukan di Perairan Korsel

Redaksi ZU
Penulis Redaksi ZU



Empat warga Korea Utara ditemukan di sebuah perahu kayu kecil di perairan Korea Selatan pada Selasa (24/10). Ini merupakan kasus yang jarang terjadi di mana warga Korea Utara melakukan perjalanan laut yang berisiko untuk melarikan diri ke Korea Selatan, kata para pejabat Seoul.

Lebih dari 30.000 warga Korea Utara telah melarikan diri ke Korea Selatan untuk menghindari kemiskinan dan penindasan politik sejak akhir tahun 1990-an. Sebagian besar dari mereka datang melalui jalur darat via China, dan membelot melalui laut jarang terjadi karena lebih berbahaya.

Sebuah kapal Garda Pantai Korea Selatan menemukan kapal tersebut di wilayah selatan perbatasan laut timur kedua Korea pada Selasa pagi, setelah ada laporan dari sebuah kapal nelayan. Keempat orang di dalamnya mengidentifikasi diri mereka sebagai warga Korea Utara, kata pejabat Garda Pantai.

Sebuah kapal militer Korea Selatan menarik kapal Korea Utara yang membawa orang-orang yang diyakini berusaha membelot dari negara tersebut, ke pelabuhan di Yangyang, Korea Selatan, 24 Oktober 2023. (Foto: Yonhap via REUTERS)

Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya mengamankan para warga Korea Utara itu melalui koordinasi dengan Garda Pantai, setelah mengejar kapal mereka di sepanjang perbatasan laut. Sebuah pernyataan militer mengatakan warga Korea Utara itu diduga membelot ke Korea Selatan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Stasiun penyiaran publik Korea Selatan KBS, mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa empat warga Korea Utara – seorang laki-laki dan tiga perempuan – adalah anggota satu keluarga. KBS mengatakan mereka tidak bersenjata dan tidak mengenakan seragam militer saat ditemukan.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan menolak memberikan rincian pribadi keempat orang tersebut, dan mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

Media pemerintah Korea Utara tidak segera memberitakan mengenai keempat warga Korea Utara tersebut.

Para pembelot Korea Utara diharuskan menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang Korea Selatan untuk menentukan apakah keinginan mereka untuk bermukim adalah tulus.

Pada tahun 2019, Korea Selatan mendeportasi dua nelayan Korea Utara setelah mengetahui bahwa mereka adalah penjahat yang telah membunuh 16 awak kapal. Sebelumnya, beberapa warga Korea Utara ditangkap setelah penyelidikan Korea Selatan menyimpulkan bahwa mereka adalah mata-mata yang memasuki negara tersebut dengan menyamar sebagai pembelot. [ab/uh]

Source link



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat




Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia
Share This Article
Leave a comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com