ZONAUTARA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi pada April 2026 mencapai 0,13% secara bulanan. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara dan harga bensin, sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa sektor transportasi memberikan andil terbesar pada inflasi bulan ini, sebesar 0,12%, dengan tingkat inflasi mencapai 0,99%. Di sisi lain, sektor makanan, minuman, dan tembakau mencatat deflasi sebesar 0,20%.
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain tarif angkutan udara dan bensin,” jelas Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5). Tarif angkutan udara sendiri memberikan andil inflasi sebesar 0,11%, sementara bensin memberikan kontribusi sebesar 0,02%.
Selain itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,23% dengan andil 0,15%. Penurunan harga beberapa komoditas seperti emas perhiasan dan daging ayam ras memberikan andil deflasi yang signifikan.
Secara tahunan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 2,42%, meningkat dibandingkan inflasi tahun lalu sebesar 1,95%. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh kelompok makanan dan minuman yang menyumbang andil inflasi 0,90%.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

