ZONAUTARA.com – Ribuan kenangan mungkin telah hanyut bersama derasnya banjir bandang yang menerjang Pulau Siau. Rumah-rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh keluarga kini hanya menyisakan puing dan luka. Namun di tengah duka yang masih membekas, secercah harapan mulai hadir bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro memastikan para korban yang rumahnya hilang maupun rusak berat tidak akan dibiarkan menghadapi masa depan sendirian. Melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah menyiapkan langkah konkret berupa penyediaan lahan dan pembangunan rumah baru bagi warga terdampak.
Kepastian itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi penanganan pascabencana yang dipimpin Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit, bersama Deputi BNPB dan Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Ruang Media Center Kantor Bupati Sitaro.
Di hadapan unsur Forkopimda dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Chyntia menegaskan bahwa pemulihan korban menjadi prioritas utama pemerintah, terutama bagi keluarga yang kehilangan rumah akibat terjangan banjir bandang.
“Untuk rumah-rumah yang hilang dan rusak berat akibat banjir bandang, pemerintah daerah akan menyediakan lahan. Selanjutnya, BNPB akan membangun kembali rumah warga yang terdampak langsung,” ujar Chyntia.
Pernyataan tersebut menjadi kabar yang paling dinanti banyak keluarga korban. Pasalnya, sejak bencana terjadi, tidak sedikit warga yang harus bertahan di tempat pengungsian maupun menumpang di rumah kerabat karena kehilangan tempat tinggal.
Bagi para korban, rumah bukan sekadar bangunan fisik. Di dalamnya tersimpan perjalanan hidup, kenangan keluarga, serta harapan untuk masa depan. Karena itu, program pembangunan kembali rumah warga dipandang sebagai langkah penting untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak.
Selain membahas pembangunan hunian, rapat juga mengulas penanganan darurat serta rencana pemulihan jangka menengah dan panjang. Pemerintah pusat dan daerah berupaya memastikan seluruh kebutuhan korban dapat tertangani secara bertahap, mulai dari pemulihan sosial, ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur yang rusak.
Bupati Chyntia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak berhenti pada masa tanggap darurat semata. Menurutnya, proses pemulihan harus benar-benar mengembalikan rasa aman dan kepastian hidup bagi masyarakat.
“Yang ingin kita pastikan adalah masyarakat bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih baik setelah bencana ini,” katanya.
Di tengah luka yang masih dirasakan warga Pulau Siau, rencana pembangunan rumah baru menjadi simbol kebangkitan. Harapan yang sempat tertimbun material banjir kini perlahan mulai dibangun kembali, satu rumah, satu keluarga, dan satu masa depan pada waktunya.

