ZONAUTARA.com – Di tengah duka yang masih menyelimuti para korban banjir bandang di Pulau Siau, secercah harapan mulai hadir melalui bantuan kemanusiaan yang disalurkan pemerintah pusat. Tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur dan lingkungan terdampak, perhatian juga diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia serta warga yang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi pada 5 Januari 2026 lalu.
Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah menyalurkan bantuan dana tunai senilai total Rp539 juta yang diperuntukkan bagi para korban dan ahli waris. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit, bersama jajaran BNPB, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah.
Bupati Chyntia Kalangit mengatakan, santunan bagi keluarga korban meninggal dunia diberikan sebesar Rp15 juta per jiwa. Sementara warga yang mengalami luka akibat bencana menerima bantuan antara Rp3 juta hingga Rp5 juta, disesuaikan dengan tingkat cedera yang dialami.
Menurut Chyntia, bantuan tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit setelah kehilangan anggota keluarga maupun mengalami dampak fisik akibat bencana.
“Pemerintah berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban serta membantu proses pemulihan warga yang mengalami luka-luka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana berjalan optimal. Selain bantuan santunan, berbagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi juga terus dipersiapkan guna mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Pulau Siau meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Kepulauan Sitaro. Namun di balik tragedi tersebut, solidaritas dan kepedulian berbagai pihak terus mengalir untuk membantu warga bangkit dari keterpurukan.
Bupati Chyntia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tabah menghadapi cobaan, saling menguatkan satu sama lain, dan bersama-sama membangun kembali Pulau Siau yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.
“Duka ini adalah duka kita bersama. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita akan bangkit dan melewati masa sulit ini,” tandasnya.

