ZONAUTARA.com – Ketegangan kembali memuncak di Selat Hormuz setelah insiden penembakan kapal tanker oleh kapal cepat milik Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan terjadi. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu dan melibatkan kapal tanker yang berada sekitar 20 mil laut dari pantai Oman. Otoritas UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menginformasikan bahwa kapal dan awaknya berada dalam kondisi aman meski sempat ditembaki tanpa peringatan.
Selain kapal tanker, sebuah kapal kontainer juga dilaporkan mengalami serangan di selat ini. Insiden tersebut menimbulkan ketegangan setelah Iran mengumumkan pembatasan lalu lintas kapal sebagai respons terhadap kebijakan Amerika Serikat yang tetap melanjutkan blokade terhadap kapal yang menggunakan pelabuhan Iran. Militer Iran menegaskan bahwa pembatasan akan berlanjut selama ancaman terhadap kapal terkait Iran masih ada.
Dalam perkembangan diplomasi, Iran tengah mempertimbangkan proposal baru dari Amerika Serikat yang dibahas dalam pertemuan yang dimediasi oleh Pakistan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi tetap berlanjut, namun menegaskan tidak akan menerima tekanan terkait Selat Hormuz. Informasi dari pihak Iran mengindikasikan bahwa pembicaraan lanjutan akan diadakan pada hari Senin, meskipun belum ada konfirmasi dari pihak Amerika Serikat.
Sementara itu, konflik juga sedang memanas di tempat lain seperti Lebanon, di mana Israel melarang warga yang mengungsi untuk kembali ke desa-desa yang diduduki. Di sisi lain, pasukan penjaga perdamaian PBB mengalami kehilangan setelah seorang tentara Prancis tewas dalam serangan yang diduga melibatkan Hizbullah, meskipun kelompok tersebut menyangkal keterlibatannya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

