ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Jember melibatkan sekitar 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam program verifikasi dan validasi data warga miskin kategori desil 1 yang mencakup 97 ribu jiwa. Program ini berlangsung dari 19 hingga 24 April 2026 dan bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya. Proses verval dilakukan dengan mendatangi langsung rumah warga yang terdaftar dalam kategori tersebut. ASN yang terlibat harus menghadapi berbagai tantangan medan di wilayah terpencil.
Seorang guru dari SDN Wirolegi 03, Devy Prilinda Mulya, mengisahkan pengalamannya menempuh medan sulit saat menjalankan tugas di Kecamatan Silo. Berangkat dari rumahnya di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Devy harus menempuh perjalanan 40 kilometer dalam waktu kurang lebih 1 jam 16 menit. Tantangan baru dirasakannya ketika jalan menuju tujuan ternyata rusak parah, hingga menyebabkan kendaraan Devy mengalami kerusakan. “Saya kira sudah sampai di lokasi, ternyata masih harus turun lagi sekitar 30 menit. Jalanannya rusak parah, motor saya bahkan sampai rusak di atas,” ujarnya usai pulang sekolah, Kamis (23/4/2026).
Untuk menuju Desa Baban Tengah, Devy terpaksa menyewa bantuan warga setempat karena kendaraannya tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan. “Di bawah itu masih banyak warga yang harus kita bantu, dan kondisinya memang membutuhkan perhatian,” katanya lagi. Selama pelaksanaan tugas, Devy melakukan verval terhadap lima warga di beberapa desa dan kecamatan, termasuk Wirowongso, Pakusari, dan Sumberjati. Ia menilai kegiatan ini dapat memastikan keakuratan data dan mengidentifikasi warga yang sudah meninggal atau tidak lagi masuk kategori desil 1.
Novian Bagus Adi Subandi, staf Kecamatan Sumbersari, juga mengungkapkan pentingnya verval karena masih ada warga yang layak menerima bantuan namun belum terdata, seperti lansia difabel di Karangrejo. “Di lapangan justru banyak yang belum terdaftar, padahal kondisinya sangat membutuhkan,” tuturnya. Meski dihadapkan pada perubahan cuaca dan medan yang sulit, Novian menilai pengalaman ini bernilai karena dapat membantu sesama. “Jalannya kadang panas, kadang sejuk, tapi ini seperti healing yang bermanfaat karena kita bisa membantu orang lain,” tambahnya.
Menanggapi kegiatan verval ini, Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Helmi Lukman, menyatakan bahwa pelaksanaan verval masih tahap uji coba dan berbagai kendala di lapangan akan menjadi bahan evaluasi. Adanya fleksibilitas bagi ASN yang menghadapi kendala disediakan, seperti dapat diwakilkan oleh rekan kerja lainnya. “Yang penting datanya bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga akan evaluasi agar penugasan ke depan bisa lebih dekat dengan domisili petugas,” jelas Helmi. Ia mengapresiasi dedikasi ASN dan berharap verval ini menghasilkan data lebih akurat untuk penyaluran bantuan sosial yang efektif dan tepat sasaran.
Diolah dari laporan Tirto.id.

