ZONAUTARA.com – Kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB. Proses evakuasi oleh tim SAR gabungan pun dilakukan sejak Selasa dini hari hingga pagi hari.
Evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat sebagian kepala Kereta Argo Bromo masuk ke gerbong KRL. Proses penyelamatan berlangsung dengan memotong besi rangkaian gerbong untuk menyelamatkan korban yang terjepit.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa personel SAR yang terlibat menggunakan peralatan ekstrikasi berat. Operasi ini dilakukan serentak bersama penanganan medis di lokasi kejadian agar kondisi korban tetap stabil.
“Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan,” kata Syafii dalam video yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4).
Insiden ini menyebabkan tujuh korban meninggal dunia, sementara upaya evakuasi korban yang masih terjepit terus dilanjutkan. Direktur PT. KAI Bobby Rasydin menyatakan setiap perkembangan akan diperbaharui setiap dua jam.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

